Kumparan Logo

Ikut Aksi Black Lives Matter, Halsey Mengaku Ditembaki Peluru Karet oleh Polisi

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Halsey di acara American Music Awards 2019, Los Angeles, California, AS. Foto: REUTERS/Danny Moloshok
zoom-in-whitePerbesar
Halsey di acara American Music Awards 2019, Los Angeles, California, AS. Foto: REUTERS/Danny Moloshok

Penyanyi Halsey ikut menyuarakan Black Lives Matter. Gerakan ini dibuat sebagai bentuk penolakan terhadap ketidakadilan struktural pada komunitas kulit hitam, termasuk George Floyd, pria yang tewas di tangan petugas kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat.

Bukan cuma di media sosial, Halsey ikut turun ke jalan dan berdemonstrasi di kawasan Hollywood Barat, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 30 Mei lalu. Ia melakukan aksi demonstrasi bersama mantan kekasihnya, Yungblud.

Halsey Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Melalui Twitter, ia menceritakan pengalaman buruknya selama berdemonstrasi. Ia mengaku sempat ditembaki oleh polisi yang bertugas menjaga ketertiban demonstrasi Black Lives Matter.

"(Polisi) menembakkan peluru karet ke arahku dan yang lain. Padahal, kami tetap berdiri di belakang garis pembatasan dengan tangan terangkat dan tidak bergerak. Mereka menembak dengan peluru karet dan gas air mata," tulis Halsey.

X post embed

Pelantun lagu Without Me itu mengaku, dia tidak ditahan dan saat ini kondisinya aman. Namun, Halsey mengajak orang-orang untuk peduli pada nasib demonstran yang bernasib tak sebaik dirinya.

"Banyak yang saat ini dalam keadaan tidak aman dan sedang ditahan. Berdonasilah untuk mereka! Aku juga melakukan itu," tuturnya.

Halsey di acara American Music Awards 2019, Los Angeles, California, AS. Foto: REUTERS/Danny Moloshok

Karena berada di lokasi, Halsey tahu banyak demonstran yang menjadi korban. Para petugas kepolisian juga seolah-olah tidak peduli dan terus menembak dengan membabi buta.

"Para petugas keamanan menembak ke demonstran yang sedang berlutut. Masalahnya, kami tidak punya alat bantu medis yng memadai. Aku juga tidak terlatih untuk memberikan penanganan medis. Akhirnya, banyak darah tertumpah. Jadi, kalau kau terlatih secara medis, tolong beri bantuan," kata Halsey.

Halsey Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Tak lupa, ia mengutuk para demonstran kulit putih yang hanya ikut-ikutan, tapi tidak ingin terlibat jika ada korban.

"Untuk orang kulit putih yang ikut berdemo yang menantang petugas kepolisian, tapi berlindung di balik demonstran kulit hitam saat ditembak, terkutuklah kalian!" ujarnya.

"Kalian tidak tahu seberani apa teman-teman kulit hitam berdiri di garis depan. Tapi, terima kasih juga untuk siapa pun yang tidak bertindak pengecut," sambungnya.

Halsey di acara American Music Awards 2019, Los Angeles, California, AS. Foto: REUTERS/Danny Moloshok

Setelah bercerita, ada beberapa netizen yang justru menyerang Halsey. Mereka bilang, peluru karet tidak berbahaya.

Halsey pun menegaskan bahwa pernyataan itu salah. Sebab, ia melihat dan merasakan sendiri seperti apa dampak peluru karet saat terkena tubuh yang tidak terlindung rompi pelindung.

X post embed

"Aku sempat memberi perban pada demonstran pria yang wajahnya berdarah-darah setelah tertembak peluru karet. Sebelum berkomentar negatif, tolong pedulikan nasib mereka yang terluka," tulisnya.

Selain Halsey dan Yungblud, banyak selebriti dunia yang juga mengenang George Floyd dan ikut serta bersuara di gerakan Black Lives Matter. Beberapa di antaranya adalah Paris Jackson, Ariana Grande, Machine Gun Kelly, Cole Sprouse, dan Timothée Chalamet yang juga ikut berdemo di Los Angeles.