Kumparan Logo

Jadi Juri Balinale, Marcella Zalianty Pelajari Film Festival Internasional

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Aktris sekaligus Ketua Umum PARFI 56 (Persatuan Artis Film Indonesia 1956), Marcella Zalianty, mendapat kesempatan menjadi juri di Bali International Film Festival (Balinale) 2026. Ini menjadi kali pertama Marcella terlibat langsung sebagai juri dalam festival film internasional yang digelar di Bali tersebut.

Marcella mengaku merasa terhormat bisa dipercaya menjadi juri Balinale. Meski sudah lama mengenal festival tersebut, baru tahun ini ia berkesempatan terlibat secara langsung.

“Saya senang sekali, been an honor bisa diundang juga untuk menjadi juri di festival, ajang film festival Balinale. Yang mana memang kebetulan saya sudah cukup mengetahui festival ini cukup lama, tetapi baru kali ini akhirnya berjodoh untuk bisa langsung terlibat,” ujar Marcella saat ditemui di kawasan Sanur, Bali.

Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Menurut Marcella, keberadaan Balinale penting karena dapat menjadi ruang pertemuan antara sineas Indonesia dan pelaku industri film dari berbagai negara. Apalagi, festival tersebut digelar di Bali yang memiliki daya tarik besar bagi wisatawan mancanegara.

“Menurut saya bagus sekali itu sebuah ajang festival dilaksanakan di Bali, dan yang mana ini sebetulnya bisa menjadi ajang pertemuan antara filmmaker di luar Indonesia melalui Balinale dengan filmmaker Indonesia,” tuturnya.

Selain menjadi wadah kolaborasi, Marcella menilai Balinale menghadirkan banyak film unik yang tidak selalu bisa ditemukan di bioskop komersial.

“Di sini saya melihat ada dihadirkan film-film yang mungkin kita tidak bisa dapatkan nonton di bioskop pada umumnya atau di hari-hari biasa,” katanya.

Konferensi pers pembukaan Balinale 2026 di The Icon Sanur, Denpasar, Bali, Senin (1/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sebagai juri, Marcella mengaku melakukan sejumlah persiapan sebelum menjalankan tugasnya. Salah satunya dengan memperbanyak menonton film dan mempelajari karakter berbagai festival film internasional.

“Sebenarnya persiapannya sih lebih ke banyak-banyak nonton film. Terus kemudian ya saya juga mempelajari beberapa film dari festival A, festival B. Kenapa film seperti ini yang menang di beberapa festival?” ucapnya.

Meski demikian, Marcella menegaskan setiap festival memiliki karakter dan standar penilaian yang berbeda. Karena itu, ia berusaha menilai setiap karya secara objektif.

“Saya coba menilai dengan jujur, mengapresiasi segala detail yang disajikan oleh kreatornya tanpa pretensi apa pun,” tuturnya.

Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Marcella menjelaskan ada sejumlah aspek yang menjadi perhatiannya dalam menilai sebuah film. Mulai dari kekuatan cerita, skenario, penyutradaraan, hingga orisinalitas karya.

“Yang pasti paling penting kan sebetulnya dari sebuah film adalah pesannya itu kita bisa sampai. Bagaimana dramaturginya, bagaimana skenarionya, bagaimana implementasi daripada sutradara, treatment sutradaranya. Itu yang semua kita lihat,” jelas Marcella.

Selain itu, ia juga memperhatikan konsistensi film dari awal hingga akhir agar tidak terasa berlarut-larut atau kehilangan arah cerita.

“Bagaimana film ini juga tidak dragging dari awal sampai akhir, itu juga menjadi penilaian yang penting. Bagaimana konsistensi dan konsep kreatif yang dibawa itu juga punya kekuatan, punya ciri khas, originalitas,” lanjutnya.

Lebih jauh, Marcella berharap Balinale dapat menjadi salah satu jembatan bagi sineas Indonesia untuk memperluas jaringan internasional. Terlebih, Balinale merupakan festival yang memiliki jalur kualifikasi menuju Academy Awards atau Oscar.

“Salah satunya adalah Balinale ini juga menjadi salah satu ajang yang memiliki jalur khusus ke Oscar. Mudah-mudahan lewat Balinale nanti juga bisa mungkin tersalurkan ke Oscar ataupun festival bergengsi lainnya di dunia,” pungkas Marcella.

Balinale 2026 berlangsung mulai 1–7 Juni 2026 di sejumlah kawasan Sanur, Bali. Acara ini menjadi ajang para sineas, baik dari Indonesia maupun luar negeri, untuk menunjukkan kreatifitas mereka dalam dunia film.

Pengunjung juga dapat menikmati beberapa film yang ditayangkan secara khusus, mulai dari To Home karya Gilang Nuasafitra Kresnawan, Raminten Universe: Life is A Cabaret karya Nia Dinata, hingga Bandit karya Brian L Tan.

Tiket Balinale 2026 bisa dibeli melalui situs resmi Balinale dengan harga mulai Rp 50 ribu untuk satu film.