Kumparan Logo

Jerinx Ungkap Penyesalannya saat Dibui

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) berjalan meninggalkan Lapas Kerobokan, Bali, Selasa (8/6/2021). Foto: Rani Rachmania/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) berjalan meninggalkan Lapas Kerobokan, Bali, Selasa (8/6/2021). Foto: Rani Rachmania/ANTARA FOTO

Drummer Superman is Dead, Jerinx, dalam unggahan di akun Instagramnya mengungkapkan penyesalannya ketika dibui. Saat mendekam di balik jeruji besi, dia mau tidak mau harus meninggalkan istrinya, Nora Alexandra.

“Sejatinya, satu-satunya penyesalan yang saya rasakan ketika dibui adalah meninggalkan istri seorang diri,” tulis Jerinx, Kamis (24/6).

kumparan post embed

Jerinx Berjanji Tidak Akan Meninggalkan Nora Alexandra

Jerinx alias JRX, drummer Superman Is Dead. Foto: Instagram/@jrxsid

Jerinx menyampaikan hal itu menanggapi mengenai pemberitaan terkait Nora Alexandra yang memintanya supaya tidak selingkuh setelah keluar dari penjara.

Pria 44 tahun itu berjanji bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan istrinya lagi. “Papa janji akan selamanya bersama mama hingga ajal kita menyapa. Selamanya. Hingga neraka tiba,” tulis Jerinx.

kumparan post embed

Dalam unggahan tersebut, Jerinx juga mengungkapkan mengenai sikap keluarga besarnya terkait tindakannya dan apa yang ia alami.

Jerinx mengatakan ayah kandungnya yang merupakan politisi berusia 73 tahun pernah dinyatakan positif COVID-19. Hasil itu berdasarkan tes COVID-19 yang dilakukan di pagi hari. Hasil berbeda keluar ketika ayahnya melakukan tes lagi pada sore hari.

“Sore harinya tes lagi hasilnya negatif. Beliau sepakat & mendukung penuh gerakan yang saya suarakan,” tulis Jerinx.

kumparan post embed
I Gede Aryastina alias Jerinx SID bersama istrinya Nora Alexandra usai keluar Lapas Kerobokan Klas II A, Denpasar, Bali, Selasa (8/6). Foto: Instagram/@ncdpapl

Kemudian, Jerinx menyatakan, ibu kandung dan ayah tirinya yang merupakan sepasang Pendeta Hindu sangat mendukung apa yang ia suarakan.

“Dibanding saya, ayah tiri saya bahkan memiliki pandangan yang lebih kritis dan tajam akan skema setan plandemi ini,” tulis Jerinx.

Jerinx menuturkan ibu mertuanya yang merupakan seorang muslim tidak pernah ragu membela apa yang ia suarakan, baik itu di media sosial maupun di dunia nyata.

Begitu pula dengan paman Jerinx yang merupakan seorang dosen seni penggila filosofi. “Paman saya juga mendukung apa yang saya suarakan sejak sebelum saya dibui,” tulisnya.

Jerinx alias JRX, drummer Superman Is Dead. Foto: Instagram/@jrxsid

Jerinx mengatakan bahwa dirinya merupakan seseorang yang cenderung Agnostik, yakni percaya akan kuasa semesta dan tidak begitu terikat pada agama.

Dari pemaparannya tersebut, Jerinx mengungkapkan, timbul satu pertanyaan terkait dirinya yang pernah mendekam di balik jeruji besi karena kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Ia kala itu mengunggah ‘IDI Kacung WHO’ di akun media sosialnya.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan hukuman 14 bulan penjara kepada Jerinx. Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan banding terhadap putusan tersebut.

embed from external kumparan

Majelis hakim Pengadilan Tinggi Denpasar memangkas hukuman Jerinx jadi 10 bulan penjara. JPU kemudian mengajukan kasasi. Hasilnya tetap sama. Jerinx yang mendekam di Lapas Kerobokan Klas II A, Denpasar, Bali, bebas pada 8 Juni lalu.

“Nah, jika lingkar keluarga terdekat saya — yang memiliki latar belakang profesi serta keyakinan yang berbeda-beda — tak ada satu pun yang berseberangan, bahkan sangat mendukung sejak saya dibui hingga saya bebas, pantaskah saya menilai diri sebagai seorang kriminal?” tulis Jerinx.