Kata-kata Gatot Brajamusti Jelang Akhir Hayat: Saya Jadi Lebih Mengingat Allah

9 November 2020 20:33 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gatot Brajamusti tiba di Pengadilan Negeri Jaksel Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gatot Brajamusti tiba di Pengadilan Negeri Jaksel Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Jenazah Gatot Brajamusti telah dimakamkan TPU Cikiray Kidul, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/11). Almarhum meninggal dunia pada Minggu (8/11) lantaran penyakit stroke.
ADVERTISEMENT
Gatot Brajamusti meninggal dunia ketika tengah menjalani hukuman penjara di Lapas Cipinang. Menurut Achmad Rifai, kuasa hukumnya, almarhum sudah ikhlas menghadapi penyakitnya dan makin religius menjelang akhir hayat.
"Beliau bilang, 'Ya, saya jadi lebih mengingat Allah,'" kata Achmad Rifai ketika dihubungi, Senin (9/11).
Gatot Brajamusti di PN Jaksel memakai kursi roda. Foto: Jamal ramadhan/kumparan
Achmad Rifai mengatakan, dengan kondisi demikian, Gatot Brajamusti selalu berusaha menjalankan ibadahnya.
"'Salatnya tetap saya jalani dan bagus.' Dia juga bilang, 'Semangat. Kan, Pak Rifai selalu kasih saya semangat.' Saya selalu kasih motivasi ke beliau bahwa ini bukan hal yang buruk. Ini cara Allah menyayangi hamba-Nya," tutur Achmad Rifai.
Motivasi yang diberikan Achmad Rifai pun menjadi penyuntik semangat tersendiri bagi Gatot Brajamusti yang tengah menjalani proses hukumnya ketika itu.
ADVERTISEMENT
"Jadi, beliau juga merasa happy. Kalau di dalam (penjara), kuncinya jangan disalahkan. Kalau disalahkan, mereka pasti enggak nyaman," pungkasnya.
Gatot Brajamusti di PN Jaksel. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Gatot Brajamusti dikenal sebagai aktor senior sekaligus guru spiritual sejumlah artis. Ia meninggal dunia di IGD RS Pengayoman, Jakarta Timur, pada usia 60 tahun.
Nama Gatot Brajamusti menjadi sorotan saat padepokan di Sukabumi, Jawa Barat, miliknya menjadi tempat pelarian penyanyi Reza Artamevia.
Pria kelahiran Sukabumi, 29 Agustus 1960 ini konon merupakan guru ilmu kanuragan atau tenaga dalam para jawara di Surabaya.