Kumparan Logo

Kata Wulan Guritno soal Pemotor Beri Jari Tengah ke Rombongan Pesepeda

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Wulan Guritno saat hadir di konferensi pers Selamatkan Hutan Selamatkan Masa Depan di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat, (30/8). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Artis Wulan Guritno saat hadir di konferensi pers Selamatkan Hutan Selamatkan Masa Depan di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat, (30/8). Foto: Ronny

Potret seorang pemotor mengacungkan jari tengah ke rombongan pesepeda atau peloton road bike menjadi sorotan dan bahan perbincangan hangat di media sosial baru-baru ini. Peristiwa itu terjadi di kawasan Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Sebagai seorang pesepeda, Wulan Guritno memberikan tanggapannya. Menurut aktris berusia 40 tahun tersebut, alangkah baiknya jika pengguna jalan bisa saling berbagi ruang.

embed from external kumparan

"Jalanan, kan, berbagi, ya, dan pesepeda itu menggunakan jalan... Ini bukannya membela, ya. Maksudnya, mobil dan motor seharian akan memakai (jalan). Kita, pesepeda enggak mungkin pakai (jalan) siang sampai sore, batas kita jam 7 paling telat, sudah enggak bisa ada di jalanan lagi. Jam 5.30 sampai jam 7," ucap Wulan Guritno.

Wulan Guritno Foto: Munady

"Kita pesepeda cuma berharap... Aku, kan, sebenarnya pengendara mobil, pengendara motor gitu, kan. Bolehlah jam 5.30 sampai jam 7 diberikan keleluasaan untuk kita (pesepeda) gitu dan, ya, memang kemarin sudah dibuat jalur baru. Mungkin karena untuk mengondisikan perselisihan ini, yang enggak kelar-kelar gitu, kan. Tadi pun kita mencoba jalur baru dari pemerintah. Enak, sih," tambahnya.

embed from external kumparan

Wulan Guritno juga menyampaikan alasan mengapa peloton road bike selama ini kerap tak menggunakan jalur khusus sepeda.

"Ini, balik lagi, bukan membela, ya. Waktu itu dibikin jalur di kiri, which is ternyata enggak bisa dipakai oleh pesepeda road bike, kan. Kita, kalau sepedaan di situ peloton-an, ambruk semua, memang tidak bisa. Jadi, bukan kita enggak mau pakai," ujarnya.

embed from external kumparan

Ibu tiga anak itu juga menganggap lumrah permasalahan terkait penggunaan jalan raya ini. Sebab, bersepeda baru menjadi sangat marak di ibu kota sejak pandemi COVID-19 melanda.

embed from external kumparan

"Ini, kan, namanya hal baru, ya. Lagi marak sepeda, hal baru. Jadi, aku bilang, enggak ada yang salah. Pengendara mobil enggak ada yang salah, pengendara motor enggak ada yang salah, pengendara sepeda enggak ada yang salah, peraturan pemerintah juga enggak ada yang salah. Ini pelan-pelan melihat keadaan dan perkembangan, jadi dibuat regulasi-regulasi apa yang terbaik. Karena, kan, enggak bisa langsung," tuturnya.

Masih menurut Wulan Guritno, mendapatkan solusi terbaik terkait hal penggunaan jalan oleh peloton road bike memang membutuhkan waktu yang tak singkat.

"Makanya, habis itu dicari solusi lagi, bikin jalur baru pesepeda. Nah, sekarang, kan, lagi uji coba, ya, mudah-mudahan berjalan dengan baik gitu. Kalau enggak, kan, mudah-mudahan nanti dicari solusi lagi, solusi lagi, sampai nanti ada solusi terbaik. Namanya perjalanan, ini hal baru, kan," pungkas Wulan Guritno.