Keluarga Keisya Levronka Siapkan Bukti dan Saksi untuk Hadapi UNTAR di Sidang

Keluarga Keisya Levronka mengaku telah mempersiapkan sejumlah bukti dan saksi untuk menghadapi pihak Universitas Tarumanagara (Untar) dalam persidangan gugatan.
Ibunda Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, mengatakan bukti tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama. Namun, keluarga memilih menahan diri karena berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Yang pasti sih bukti, ya. Bukti dari awal kejadian sampai sekarang pun kita sudah kumpulin buktinya. Cuman kan kemarin saya tahan-tahan dulu karena kita mau secara kekeluargaan,” ujar Levi Leonita saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (12/8).
Selain bukti, keluarga juga telah menyiapkan sejumlah saksi. Namun, identitas para saksi masih dirahasiakan untuk mencegah adanya tekanan atau intervensi. Kuasa hukum adik Keisya, Septian A. Marbun, mengatakan saksi yang disiapkan di antaranya berasal dari pihak internal kampus.
“Ada, tapi dirahasiakan dulu. Adalah pasti, karena persyaratan di persidangan kan pasti ada bukti, ada saksi,” ucap Septian.
Ia menjelaskan, kerahasiaan identitas saksi diperlukan karena sebagian dari mereka masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Untar.
“Kita juga nggak mau nanti saksi kita diintervensi, saksi kita diancam-ancam seperti apa, karena ini menyangkut pendidikan mereka juga,” ujarnya.
Keluarga juga membuka kemungkinan menghadirkan Keisya sebagai saksi apabila dibutuhkan dalam proses persidangan. Namun, keputusan tersebut masih akan disesuaikan dengan perkembangan perkara.
“Nanti kalau saksi nanti kita upayakanlah. Pokoknya kalau kami nanti melihat ritmenya seperti apa, perkembangan perkaranya seperti apa, apa yang kita butuhkan untuk mengakomodir yang kita inginkan, ya pasti akan kita lakukan,” tutur Septian.
Sebagai ibu, Levi berharap proses hukum tersebut dapat berakhir sesuai dengan permintaan keluarga sejak awal. Ia menyebut keluarga sebelumnya telah menyampaikan sejumlah dokumen, termasuk tagihan rumah sakit dan perhitungan biaya.
“Harapannya selesai, sesuai apa yang kita minta di awal, pertemuan dua tahun lalu,” kata Levi.
Sebelumnya, adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, mengalami kecelakaan tragis ketika jatuh dari lantai 6 gedung kampusnya. Insiden tersebut terjadi saat ia mengikuti kegiatan latihan caving (susur gua) yang diadakan oleh organisasi pecinta alam di kampusnya, Universitas Tarumanagara.
Kejadian itu terjadi pada bulan April 2023. Pihak keluarga Keisya sebelumnya turut menyoroti penanganan pertama yang dinilai fatal dan tidak sesuai prosedur medis darurat.
Keluarga menilai Lexi tidak segera dievakuasi menggunakan ambulans, melainkan kendaraan umum. Akibat insiden tersebut, Lexi mengalami cedera fisik parah hingga harus menjalani perawatan intensif.
