Kompetisi Novel dan Webtoon Kwikku Berhadiah Total Rp 500 Juta

Platform media sosial Kwikku dirancang oleh para mahasiswa di Malang, yakni Hamdi Musaad dan tim, pada 26 September 2013. Tujuannya, untuk bisa menciptakan aplikasi digital yang bisa bersaing dan dibanggakan anak negeri.
Kemudian, sejak 2019, platform tersebut dikembangkan untuk memfasilitasi kebutuhan literasi para generasi milenial dan Gen-Z. Mulai Kamis (23/4), ada empat fitur baru yang bisa diakses oleh para penggunanya.
Fitur-fitur tersebut di antaranya adalah media sosial, yang menjadi tempat ‘pertemuan’ generasi milenial dan Gen-Z. Lalu, ada Novel, yang menyediakan bacaan menarik dan membuka peluang bagi para penulis untuk menuangkan bakatnya.
Setelah itu, ada Webtoon, yang menyediakan komik digital dari kreator lokal maupun luar negeri. Di sini, para kreator juga bisa menunjukkan karyanya. Terakhir, yakni fitur Know (Kwikku Now), pengguna bisa mendapat berbagai informasi menarik yang sedang viral.
Selain keempat fitur itu, Kwikku ingin mengajak generasi muda untuk berkarya melalui Kompetisi Novel dan Webtoon dengan mengusung tema #BerkaryaDiRumahAja. Total hadiah yang disediakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Untuk kompetisi menulis ini kita bagi jadi dua kategori, ada Novel dan Webtoon, dengan total hadiah Rp 500 juta. Kita terbuka untuk siapa pun boleh ikut,” ucap Atya Salma, Project Director di conference call launching Kwikku, belum lama ini.
Cara untuk mengikuti kompetisi ini mudah. Peserta hanya perlu membuat akun di Kwikku, kemudian unggah karyanya. Kompetisi ini dimulai dari 23 April sampai 23 Juli 2020.
“Pemenangnya akan kita umumkan pada 17 Agustus, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Jadi, kita harapkan bisa menambah semangat untuk semakin berkarya lagi,” tutur Atya.
Nantinya, akan ada beberapa kategori pemenang, di antaranya adalah tiga pemenang utama, tiga pemenang harapan, dan 10 pemenang pilihan. Karya pemenang akan terbit di Kwikku dan memiliki peluang untuk diangkat ke buku cetak.
Para juri dari kompetisi ini adalah A. Fuadi, Dee Lestari, Faradita, Luluk HF, Bayu Permana, Lan Kelana, Faza Meonk, Gerdi WK, Sweta Kartika, dan Hello Ditta.
Faza Meonk selaku salah satu juri dalam kompetisi Webtoon, punya kriteria penilaian sendiri. Menurutnya, dia mencari Webtoon dengan cerita yang segar.
“Bagaimana tema yang cukup umum, tapi disampaikannya terlihat baru. Yang saya cari juga, Webtoon yang bisa mengkombinasikan genre yang beragam, misalnya drama, komedi, action-nya ada, dan pasti yang nyaman dibaca dan yang penting karakter yang menarik,” katanya.
Selain itu, Luluk Hf sebagai salah satu juri dalam kompetisi novel juga punya kriteria penilaian sendiri. Dia mengatakan bahwa setiap penulis punya karakter sendiri dalam menulis, dan ia mencari orang yang bisa menulis dengan menarik.
“Yang saya cari itu karakter gimana mereka bisa membawa tulisan mereka ketika baca pertama kali itu langsung tertarik baca lebih lama, tertarik dengan penokohan, bagaimana pembawaan mereka menulis pada prolog pertama, itu penting,” pungkas Luluk.
