Kumparan Logo

Kondisi Inul Daratista Usai Alami Penyumbatan Darah di Otak

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi dangdut Inul Daratista bersama suaminya Adam Suseno saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Jumat, (21/8/2020). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi dangdut Inul Daratista bersama suaminya Adam Suseno saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Jumat, (21/8/2020). Foto: Ronny

Penyanyi dangdut Inul Daratista membagikan kisahnya ketika mengalami penyumbatan darah di otak bagian kiri.

Kondisi serupa juga dialami oleh suami Inul Daratista, Adam Suseno. Adam mengalami penyumbatan pada otak sebelah kanan.

Kondisi itu, diakui Inul, cukup mengganggu kegiatannya sehari-hari. Apalagi, ia dan Adam harus menjalani prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) terkait kondisi kesehatan yang mereka alami.

"Saya ada penyumbatan di otak sebelah kiri, kemarin kan di DSA, jadi semuanya bolong. Langsung sudah normal lagi, sudah enak, sudah enggak pernah pusing, enggak pernah sakit, sudah enggak pernah lagi," kata Inul di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Pedangdut Inul Daratista. Foto: Aria Pradana/kumparan

Inul Daratista Ungkap Alasan Lakukan DSA

DSA merupakan sebuah prosedur pemeriksaan pada pembuluh darah. Prosedur kesehatan itu dilakukan untuk mendeteksi apakah ada kelainan, perdarahan, atau penyumbatan yang terjadi pada bagian otak seseorang.

Prosedur itu, menurut Inul, penting untuk dijalaninya dan sang suami. Hal itu lantaran penyumbatan otak dapat berdampak bahaya pada kesehatan seseorang.

"Kalau DSA enggak bisa, pakai obat apa pun enggak bisa, karena itu kan sudah penyumbatan, ya. Kalau penyumbatan itu peredaran darah ke otak sudah enggak ngalir dengan sempurna," tutur Inul.

Pendangdut Inul Daratista beraksi pada acara "Pestapora 2022" di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (23/9/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Karena itu, jika tindakan DSA itu tak segera ia lakukan, kemungkinan akan banyak penyakit berbahaya yang dapat menyerangnya di kemudian hari.

"Kalau enggak gitu bisa kena stroke, bisa kena alzheimer, ya banyaklah kendalanya. Jadi harus dijebolin, harus tembus lagi," ucap Inul.