Kumparan Logo

Musisi Beben Jazz, Kakak Dik Doank, Meninggal Setelah Berjuang Melawan COVID-19

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Beben Jazz. Foto: Instagram/beben_jazz
zoom-in-whitePerbesar
Beben Jazz. Foto: Instagram/beben_jazz

Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Indonesia. Musisi Beben Jazz meninggal dunia di usia 54 tahun pada hari ini, Senin (5/7).

Mengenai itu dibenarkan oleh sang adik, Dik Doank. Menurutnya, Beben Jazz meninggal pagi tadi.

embed from external kumparan

"Subuh jam 06.10, ya, dia meninggal jam segitu juga," ungkap Dik Doank saat dihubungi, Senin.

Beben Jazz. Foto: Instagram/beben_jazz

Dik Doank mengatakan, sebelum meninggal dunia, sang kakak menjalani perawatan karena COVID-19. Beben Jazz dirawat di rumah sakit selama sekitar satu minggu.

embed from external kumparan

Beben Jazz, menurut Dik Doank, punya penyakit bawaan paru-paru. Almarhum juga sempat mengalami kondisi kritis. Kadar oksigen dalam darahnya kala itu menurun drastis.

"Iya, sudah 30 (saturasinya), ya. Pertama, dia punya sakit paru-paru. Kedua, takdir. Yang berikutnya, ada COVID-19," ujarnya.

embed from external kumparan

Dik Doank belum tahu di mana jenazah Beben Jazz bakal dimakamkan. Yang jelas, pemakaman bakal dilakukan dengan protokol COVID-19 dan ia tak bisa turut hadir.

"Karena sudah protokol, aku enggak bisa (hadir di pemakaman)," pungkasnya.

Beben Jazz dikenal sebagai musisi beraliran jazz. Suami mantan anggota grup vokal Dewi Dewi, Inna Kamarie, itu merupakan salah satu pendiri Komunitas Jazz Kemayoran.