No Na Banjir Dukungan Usai Terseret 'Perang' K-Netz vs SEAblings di akun X
ยทwaktu baca 3 menit

Media sosial X tengah dihebohkan dengan perdebatan antara netizen Korea Selatan dengan Asia Tenggara, mulai dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Masalah ini mencuat awalnya dari Konser DAY6 yang digelar pada 31 Januari lalu di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Salah satu fansite atau fans yang suka foto Idol Korea saat konser diketahui nekat membawa perlengkapan kamera professional lengkap dengan lensa kamera yang panjang.
Hal ini tentu menyalahi aturan konser di mana pun, yang melarang penggunaan kamera profesional demi kenyamanan penonton lainnya. Meski telah ditegur oleh penonton konser lainnya, para fansite tak mengindahkan teguran itu.
Aksi oknum tersebut akhirnya direkam oleh salah satu netizen Malaysia dan diunggah di akun X hingga akhirnya viral. Meski oknum fansite telah meminta maaf, netizen Korea Selatan ternyata masih banyak yang tak terima dengan larangan di konser tersebut hingga muncul perdebatan dan berujung pada pernyataan rasial.
Para netizen Korea ini juga menyebut kalau masyarakat Asia Tenggara tidak punya idola negara sendiri sehingga mereka ikut mengidolakan K-Pop.
Girl Grup No Na Terseret
Situasi semakin memanas ketika netizen Korea juga mulai menghina artis-artis Asia Tenggara, salah satunya Girl Grup No Na. Hinaan mereka ditujukan pada personel No Na, yaitu Baila Fauri, Christy Gardena, Shazfa Adesya, dan Esther Geraldine saat membuat video klip yang menggunakan sawah sebagai latar.
"Saya tidak punya uang jadi saya tidak menyewa peralatan. Saya mengambil foto di ladang. Apakah kalian sedang dalam perjalanan menanam bibit padi?" tulis salah satu akun K-Netz yang mengunggah cuplikan music video No Na.
Cibiran ini semakin membuat geram netizen Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Akhirnya netizen Indonesia ikut membantu netizen Malaysia membalas cuitan-cuitan rasis dari K-Netz.
No Na pun banjir dukungan dari SEAblings. Mereka menilai cibiran K-Netz terhadap No Na merupakan penghinaan dan memandang rendah profesi serta latar belakang agraris di Asia Tenggara. Bahkan beberapa warga Thailand juga ikut membalas cuitan-cuitan rasis K-Netz.
Lucunya, karena netizen Korea selalu membalas serangan balik SEAblings dengan menggunakan bahasa Korea dan tidak menggunakan bahasa Inggris, maka netizen Indonesia pun membalas ejekan mereka dengan beragam bahasa, termasuk bahasa daerah.
Kendati demikian, tak semua K-Netz menghina No Na. Ada yang mengaku selalu mendengarkan lagu No Na sejak mereka debut dan menyukai lagu-lagu No Na.
Para SEAblings sendiri juga memberikan banyak dukungan bagi pelantun Work tersebut.
No Na Promosikan Keindahan Indonesia Lewat Video Musik Shoot
MV Shoot karya No Na menjadi sasaran ejekan K-Netz. MV ini dibuka dengan memperlihatkan suasana di pedesaan Indonesia dan kicau burung. Ada nuansa tradisional yang diperlihatkan lewat penggambaran anak-anak yang bermain Domikado. Selain itu diperlihatkan anak-anak sedang bermain congklak, sebuah permainan tradisional.
Keputusan No Na untuk memakai latar alam Indonesia dalam video klip Shoot bukan sekadar estetika visual. Melainkan juga sebagai upaya untuk memperlihatkan keindahan alam Indonesia kepada penonton internasional. Hal itu juga merupakan bentuk kebanggaan mereka terhadap keindahan alam Tanah Air.
