Penjelasan Ahmad Dhani soal Penyebab Al Ghazali Kecelakaan

Musisi Ahmad Dhani memberikan penjelasan mengenai penyebab anaknya, Al Ghazali, mengalami kecelakaan di kawasan Condet, Jakarta Timur, Selasa (18/9). Dhani menyebut, anaknya menderita penyakit Erythema Multiforme.
Erythema Multiforme adalah reaksi kulit yang dapat dipicu oleh infeksi atau penggunaan obat-obatan tertentu. Penyakit itu juga diderita oleh Dhani dari sejak usia sekitar 20 tahun.
“Itu adalah penyakit keracunan obat. Dalam keadaan berobat itu, dia enggak boleh mengonsumsi obat yang lain-lain gitu,” kata Dhani saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/9).
Ahmad Dhani mengatakan, Al Ghazali mengonsumsi obat anti mabuk ketika kecelakaan. Menurut Dhani, cowok berusia 21 tahun itu menggunakan obat tersebut termasuk saat pergi ke luar kota. Tujuannya untuk memudahkan Al tidur.
“Dia minum Antino. Dia enggak bisa tidur terus minum Antimo. Mungkin Antimonya banyak, langsung keracunan,” ucap Dhani.
Pria berusia 46 tahun itu menyatakan, Erythema Multiforme yang diidap Al memengaruhi bagian mulut sang anak. “Al bibirnya luka. Jadi yang diserang itu, mohon maaf ya, yang diserang itu kelamin. Dan Al bibir juga kena. Kalau saya kelamin aja. Jadi kalau diserang penyakit itu harus istirahat,” tutur Dhani.
Saat ini, Al berada dalam kondisi baik. Namun, Dhani mengingatkan agar Al harus menjaga kondisi kesehatannya.
“Ditakutkan nanti bisa menjadi penyakit yang namanya Stevens-Johnson Syndrome. Itu kan parah,” tandas Ahmad Dhani.

Sindrom Stevens-Johnson merupakan kelainan serius dan langka pada kulit, membran mukosa, sekitar alat kelamin, dan mata. Sindrom ini muncul akibat reaksi tubuh terhadap obat atau infeksi.
Dada Al terbentur setir mobil ketika kecelakaan terjadi. Menurut asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Maia Estianty, kakak kandung El Rumi dan Dul Jaelani itu tidak dibawa ke rumah sakit.
Hanya saja, ia mengaku tak paham mengapa Maia tidak membawa Al Ghazali ke rumah sakit. "Katanya, sih, sedikit (sakit dadanya). Tapi, enggak ngerti saya gimana-gimananya (mengapa tidak dibawa ke rumah sakit)," ucap perempuan yang enggan disebutkan namanya itu ketika kumparan menyambangi rumah Maia, Rabu (19/9).
