Kumparan Logo

Penyelidik Sulit Temukan Sumber Obat yang Membuat Prince Meninggal

kumparanHITSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Prince (Foto: Instagram @prince)
zoom-in-whitePerbesar
Prince (Foto: Instagram @prince)

Tahun lalu, penyebab kematian musisi asal Amerika Serikat, Prince, terkuak. Ia terbukti mengonsumsi fentanyl, obat yang dampaknya jauh lebih besar daripada morfin, secara berlebihan. Hingga kini, tim penyelidik dari Drug Enforcement Administration (DEA) masih melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

Mereka masih mencari tahu dari mana penyanyi bernama asli Prince Rogers Nelson itu mendapat obat-obatan terlarang tersebut. Namun, penjualan fentanyl di Amerika Serikat sudah cukup marak secara ilegal, sehingga sulit untuk mengetahui sumber yang menjual obat itu pada Prince.

Dilansir New York Times, dua dokter yang hadir di kediaman Prince di hari kematiannya, dokter Michael T. Schulenberg dan Andrew Kornfeld sudah tidak lagi menarik perhatian para penyelidik untuk dimintai keterangan. Mereka kini lebih menitik-beratkan penyelidikan mereka pada penjual obat tersebut. Tapi, tentu saja, butuh waktu lama dan kerja lebih keras untuk mengetahuinya.

Prince (Foto: Instagram @prince)
zoom-in-whitePerbesar
Prince (Foto: Instagram @prince)

Menelusuri sumber obat yang dikonsumsi pelantun 'Purple Rain' itu sulit karena ia mendapatkannya tanpa resep dokter. Tim penyelidik juga tidak menemukan jejak atau petunjuk apapun yang mampu meringankan beban mereka untuk mencari tahu.

Dilansir Times, dokter Chris Johnson, salah satu dokter khusus gawat darurat di Minnesota, Amerika Serikat, menyatakan bahwa kematian penyanyi lagu 'Little Red Corvette' itu telah mengangkat profil krisis obat-obat opioid lebih jauh.

Baca juga:

Alasan Coldplay Menjadi Salah Satu Band Terlaris di Dunia

Selebriti Korea Selatan Tak Bisa Lagi Mangkir Wajib Militer

Rekaman 3 Lagu Baru, Album Terbaru Muse Rilis Tahun Ini?

"Dia (Prince) membutuhkan obat itu karena mempelajari resep-resep dokter yang ia dapatkan selama bertahun-tahun," jelasnya. Pintar sekali, Prince.

Di saat yang sama, lagu-lagu yang telah dibuat dan belum sempat dirilis oleh Prince sebelum meninggal akan diluncurkan pada Juni mendatang. Lagu-lagu tersebut akan hadir dalam dua album.

Prince (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Prince (Foto: Flickr)

Prince meninggal di kediamannya di Paisley Park, Minnesota, pada 21 April 2016 di usia 57. Meski mengonsumsi fentanyl dalam jumlah banyak, penyelidik mengatakan bahwa ia tidak dibunuh, melainkan kekeliriuan Prince yang tidak sadar akan dosis yang dikonsumsinya.