Produser Akui Salah Strategi saat Bawa Film KKN di Desa Penari ke AS

12 Oktober 2022 18:34
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Official poster film KKN di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni. Foto: Instagram/@manojpunjabimd
zoom-in-whitePerbesar
Official poster film KKN di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni. Foto: Instagram/@manojpunjabimd
KKN Di Desa Penari menjadi film yang sangat fenomenal, karena sukses mendulang penonton hingga 9,2 juta. Film ini sukses menjadi yang paling laris di Indonesia sepanjang masa.
Karena kesuksesan ini, MD Pictures sempat membawa KKN Di Desa Penari untuk tayang di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Hal ini merupakan salah satu langkah yang patut diapresiasi.
Namun, produser MD Pictures, Manoj Punjabi, menuturkan bahwa sebenarnya ia salah strategi ketika membawa film itu ke Amerika Serikat. Kesalahan itu pun berpengaruh pada keuntungan yang diraih.
Foto konferensi pers KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni. Foto: Alexander Vito/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto konferensi pers KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni. Foto: Alexander Vito/kumparan
"Saya salah strategi, karena film sudah keburu tayang di Disney Plus Hotstar. Jadi, ada beberapa bioskop yang tidak mau menayangkan filmnya. Tapi, dari situ saya tahu, cara penayangan film di sana beda dengan di sini," ungkap Manoj Punjabi saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Manoj pun mengakui bahwa kesalahan itu berimbas besar pada pihak rumah produksi MD Pictures. Namun, ia sama sekali tidak menyesal.
"Menurut saya, hasilnya lumayan. Saya juga memang ingin melakukan percobaan membawa film Indonesia ke sana. Memang harus ada berani, ya, memang tidak ada untung, malah nombok. Tapi, ini tidak apa-apa untuk percobaan," tuturnya.
Manoj Punjabi Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Manoj Punjabi Foto: Munady Widjaja
Kini, MD Pictures siap merilis film versi ketiga dengan tajuk KKN di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni yang akan rilis pada 29 Desember mendatang. Manoj mengungkapkan alasan pihaknya memilih untuk merilis film di tanggal tersebut.
"Kami mau lebih awal dari tanggal itu, tapi kami tidak siap. Karena, film ini mengulang dari segi editing, benar-benar dari nol. Bahkan, sampai sekarang juga belum siap. Jadi, akhir tahun di tanggal 29 Desember itu sudah yang paling tepat," kata Manoj.
Lantas, berapa target penonton yang diharapkan oleh Manoj Punjabi? Apakah ia ingin menggenapkan jumlah penonton menjadi 10 juta?
"Harapannya lebih besar dari itu. Kalau bisa 15 atau 13 juta. Mudah-mudahan 50 persen orang yang sudah nonton, nonton lagi. Karena ini film baru, bukan film KKN yang asal dipanjang-panjangkan," ujarnya.