Kumparan Logo

Rangkuman Perseteruan Tyas Mirasih dan Nenek Amandine

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tyas Mirasih bersama Amandine dan Maryke (kanan) (Foto: dok Tyas Mirasih/Maria Gaby)
zoom-in-whitePerbesar
Tyas Mirasih bersama Amandine dan Maryke (kanan) (Foto: dok Tyas Mirasih/Maria Gaby)

Tyas Mirasih dituding menjauhkan seorang gadis berusia 5 tahun bernama Amandine Cattleya dari neneknya, Maryke Harris Pohu. Maryke yang sempat diundang ke acara bincang-bincang di salah satu stasiun televisi, merasa cucunya dibawa lari dan dijauhkan darinya semenjak orangtua Amandine meninggal dunia. Nenek Amandine kemudian melaporkan Tyas ke Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pada Jumat (16/3), Tyas Mirasih sudah datang menjelaskan permasalahan tersebut kepada KPAI. kumparan (kumparan.com) merangkum perseteruan Nenek Amandine dan Tyas Mirasih sejak awal hingga kini.

1. Tyas Mirasih dilaporkan ke KPAI oleh Nenek Amandine

Pada November 2017 lalu, aktris Tyas Mirasih dituding membawa kabur anak perempuan yang bernama Amandine Cattleya. Amandine merupakan anak dari sepupunya, Sisilia Supriyadi, yang mengembuskan napas terakhir pada November 2017 lalu. Kematian ibunyanya membuat Tyas merasa tergerak untuk merawat gadis cantik berusia lima tahun tersebut.

Pada 9 Maret lalu, nenek dari Amandine, Maryke Harris Pohu, mengungkapkan kesulitannya berkomunikasi dengan sang cucu saat diundang oleh satu program acara di salah satu stasiun televisi kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Kala itu Maryke menuding Tyas menutup segala akses untuk bertemu dengan Amandine.

"Dia menutup semua akses-akses untuk berhubungan dengan Amandine, seakan-akan Amandine adalah milik dia, itu tidak bisa," kata Maryke.

Selain itu, melihat banyak endorsement yang singgah pada Amandine setelah dibuatkan Instagram oleh Tyas, Nenek Amandine bahkan merasa cucu kandungnya tersebut sedang dieksploitasi dan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pemasukan finansial dengan alasan anak yatim piatu.

Tyas Mirasih dan Amandine. (Foto: Instagram @tyasmirasih)
zoom-in-whitePerbesar
Tyas Mirasih dan Amandine. (Foto: Instagram @tyasmirasih)

"Iya, eksploitasi anak. Di-endorse si Amandine dengan alasan anak yatim piatu. Ini kan anak di bawah umur. Saya masuk (komentar) ke akun ini, saya bilang, 'Setop, saya omanya Amandine.' Makanya, semua yang endorse pada minta maaf," tutur Maryke.

Di hari yang sama, Wakil Ketua KPAI, Rita Prawati, mengkonfirmasi bahwa Nenek Amandine memang benar telah melaporkan pemain sinetron ‘Air Terjun Pengantin’ itu pada KPAI. Namun, pelaporan Tyas bukan atas tuduhan penculikan, melainkan permasalahan hak asuh anak.

“Jadi, bukan soal penculikan. Kalau penculikan 'kan pidana. Ini yang kemudian masih dirembuk karena sebenarnya isunya perdata,” kata Rita.

2. Tyas Mirasih bongkar rahasia masa lalu Nenek Amandine

Melihat pengakuan Nenek Amandine di televisi, Tyas Mirasih tidak tinggal dan mulai angkat bicara lewat Instagram story. Pada 9 Maret lalu ia mengunggah penampakan Nenek Amandine sedang tersedu-sedu di layar kaca dan menuliskan komentar sindirian yang cukup pedas.

“Action! Cut! Mana ekspresinya?” tulis Tyas dengan emoticon tertawa.

Sebelumnya Nenek Amandine mengaku tidak mengenali sosok istri Raden Soedjono itu. Namun, setelah mengetahui bahwa dirinya mulai diikuti di Instagram, Tyas kembali melontarkan sindirian lewat Instagram story pada sang nenek.

“Cie katanya enggak kenal, tapi follow. Kepo ya bu? #karmawillgetyou,” tulis Tyas.

Maryke Harris Pohu (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Maryke Harris Pohu (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)

Satu hari berselang, aktris cantik berusia 30 tahun itu kembali buka suara tentang perseteruannya dengan Maryke Harris Pohu. Ia mengungkapkan bahwa saat Amandine masih dalam kandungan Sisilia, neneknya itu tidak pernah mau mengakuinya sebagai cucu. Merasa tidak salah, Tyas bahkan dengan berani secara terang-terangan melawan.

"Ibu yang terhormat, tolong deh anda enggak usah bawa-bawa agama. Kami memang keluarga dengan 2 keyakinan terus kenapaaa buuuu??? Gue bisa dengan tetep Islam gue. Kita menghargai perbedaan. Mau bahas agama? Dimohon ibu berkaca deh sama diri ibu. Kalo ngerasa ibu agamanya kuat, apa pantas waktu masih di kandungan ibu teriakin Amarhumah Sisilia "Billy itu keluar dari v***** saya, nah kamu siapa baru jadi istri 3 bulan, itu anak di perut kamu juga belum tentu cucu saya!",” tulis Tyas tegas.

3. Tyas Mirasih penuhi panggilan KPAI setelah kumpulkan bukti

Tak hanya bicara di media sosial, Jumat (16/3) pagi Tyas Mirasih akhirnya datang bersama suaminya, Raden Soedjono, dan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, memenuhi panggilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta Pusat, terkait laporan dari Maryke Harris Pohu.

Mengenakan kaus hitam santai dengan celana denim sobek dan topi abu-abu, pemilik nama lengkap Mirasih Tyas Endah itu enggan bicara banyak saat berjalan menuju ke gedung KPAI. "Iya (siap memberikan keterangan kepada KPAI), dong," ujar Tyas singkat.

Tyas Mirasih saat ditemui di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tyas Mirasih saat ditemui di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)

Sebelumnya, pada Rabu (14/3) Sandy Arifin menceritakan pada tim kumparan (kumparan.com) via telepon bahwa ia telah ditunjuk oleh Tyas untuk menjadi kuasa hukum. Kala itu, ia dan Tyas sudah mengumpulkan banyak bukti untuk berbalik menyerang Nenek Amandine atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Kita sudah mendapat surat kuasa untuk mendampingi Tyas membuat laporan di kepolisian. Minggu depan, InsyaAllah kita mau bikin laporan ke Polda jika bukti-bukti mengarah kepada dugaan pencemaran nama baik terhadap klien kami telah lengkap," ungkap Sandy Arifin selaku kuasa hukum Tyas Mirasih saat dihubungi via telepon.

4. Tyas Mirasih tidak tutup komunikasi dengan Nenek Amandine

Pada Jumat (16/3), memenuhi panggilan KPAI Tyas Mirasih memberikan sanggahannya terhadap pernyataan Maryke Harris Pohu yang mengatakan bahwa selama ini selalu dihalangi saat ingin berkomunikasi dengan cucunya, Amandine Cattleya.

“Salah satu yang saya ingin tegaskan ya, saya tidak pernah menutup komunikasi satu kali pun. Kenapa Ibu Maryke tidak pernah menghubungi saya, ataupun keluarga besar saya? Itu tidak pernah sekali pun," ujarnya ketika ditemui di kantor KPAI, Jumat (16/3).

Tyas Mirasih di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tyas Mirasih di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)

"Saya tidak memblok WhatsApp-nya saudara Reggy atau siapa pun itu. Kalau misalnya dibilang tutup komunikasi, salah bangetlah. Dan Reggy tahu kok rumah saya di mana," katanya.

"Kalau emang itu, datanglah ke rumah. Enggak usah ngomong yang jadinya melebar ke mana-mana. Itu keberatan banget sih. Tolong digaris bawahi saya dan keluarga tidak pernah menutup komunikasi," lanjutnya dengan nada tegas.

5. Tidak ada eksploitasi pada Amandine Cattleya

Selain dituduh menutup jalur komunikasi Amandine dengan sang nenek, Maryke Harris Pohu, Tyas Mirasih juga dituding melakukan eksploitasi terhadap gadis berusia lima tahun tersebut karena kerap kali menerima endorsement.

Saat hadir di KPAI, Jakarta Selatan, Jumat (16/3), pemain film ‘Cinta Brontosaurus’ itu membeberkan bahwa sebelumnya, Amandine telah melakukan endorsement di akun Instagram sang ibu, Sisilia Supriyadi.

“Kebetulan almarhumah (Sisilia) itu Instagramnya di-lock, jadi enggak bisa dibuka. Dari Amandine masih kecil, saya sudah bantu untuk endorse-an. Kalau dibilang eksploitasi salah banget,” ujar Tyas saat ditemui di KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/3).

Tyas Mirasih di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tyas Mirasih di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)

Erlinda, salah satu pihak dari KPAI, juga memberi penjelasan dan membantah bahwa Tyas telah melakukan eksploitasi terhadap Amandine. Menurutnya, selama seorang anak dalam pengawasan orang tua dan tidak terganggu secara psikis dan fisik, menerima endorsement sangatlah diperbolehkan.

“Kita juga tidak mau Amandine dianggap sebagai anak yang diduga dieksploitasi untuk ekonomi. Dugaan itu harus dipatahkan oleh pembuktian-pembuktian. Pada saat si anak tidak sekolah, bekerja lebih dari 8 jam, itu namanya eksploitasi,” tutur Erlinda.

“Untuk para publik, itu bisa kita buktikan secara hukum. selama anak itu nyaman, seperti anak seorang penyanyi yang enggak saya sebutkan namanya, dia jadi ambassador baju ternama ‘kan enggak ada masalah. Pada saat itu ada pengawasan orang tua, orang dewasa, apalagi Mbak Tyas kita tahu sepupu (dari Sisilia),” sambungnya.

6. Tidak ada penculikan dan Tyas Mirasih diminta membawa Amandine oleh Steffi Billianto

Di KPAI Tyas Mirasih juga menerangkan bahwa keputusan untuk membawa Amandine yang kala itu berada di kediaman ibu angkat Sisilia, Ita Saleem, di kawasan Pondok Indah, Jakarta, justru datang dari sang paman, Steffi Billianto.

"Jadi gini, kenapa Tyas bisa disebut menculik Amandine karena pada waktu itu ada yang namanya Pak Saleem. Waktu itu masih dalam masa berkabung. Saya dapat pesan WA dari Pak Saleem bahwa anak itu (Amandine) harus segera saya ambil dari rumah Pondok Indah," kata Stef saat ditemui di KPAI, Jakarta, Jumat (16/3).

Tyas Mirasih di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tyas Mirasih di KPAI (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)

"Nah, karena rumah saya masih dalam renovasi, saya minta tolong Tyas 'Tolong, Tyas kamu ambilin dulu. Kamu lebih dekat dari sana dan kamu dekat dengan Amandine,'" tutur Stef.

Dari pernyataan tersebut, terbukti bahwa dibawanya Amandine oleh Tyas Mirasih sama sekali tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk penculikan. Stef juga telah memberikan semua bukti-bukti yang diperlukan pada KPAI.

"Tidak ada itu namanya Tyas menculik. Saya juga sudah memberikan bukti-bukti ke pihak KPAI," ucap Stef.

7. Saat ini Amandine diasuh sepupu Tyas Mirasih, Amanda Seali Syah

Sebelumnya, Nenek Amandine mengatakan bahwa Tyas Mirasih tidak memiliki hubungan darah dengan Sisia Supriyadi yang merupakan istri dari anaknya, Billy Arifin Pohu.

“Hanya pertemanan, karena mungkin dari kecil kali mereka berteman,” ujar Nenek Amandine saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada 9 Maret silam.

Mendatangi KPAI pada Jumat (16/3), Tyas menjelaskan bahwa ia dan Amandine masih memiliki hubungan saudara. Amandine merupakan anak dari sepupu Tyas yang bernama Sisilia Supriyadi dengan Billy Arifin Pohu. Namun, Billy dikabarkan meninggal dunia dan Sisil harus menjadi single parent untuk membesarkan Amandine. Lalu, Sisil juga meninggal dunia pada 8 November 2017.

Tyas Mirasih dan Sisilia (Foto: Instagram @tyasmirasih)
zoom-in-whitePerbesar
Tyas Mirasih dan Sisilia (Foto: Instagram @tyasmirasih)

Ketika Sisil meninggal dunia, Amandine dititipkan sementara kepada Tyas dan suaminya, Raiden, pada November lalu. "(Amandine bersama saya) 3 Minggu. Bisa dilihat di Instastory saya, anaknya sehat wal afiat," kata Tyas.

"Sekarang lebih bahagia lagi. Dengan tantenya juga," tambah Raiden.

Saat ini Amandine tengah diasuh oleh sepupu Tyas yang bernama Amanda Seali Syah. Hal itu dilakukan karena jarak sekolah Amandine dengan rumah Seali cukup dekat.