Kumparan Logo

Rhoma Irama Masih Latihan Bersama Soneta di Studionya yang Ditembak

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rhoma Irama (Foto: Munady Widjaja)
zoom-in-whitePerbesar
Rhoma Irama (Foto: Munady Widjaja)

Studio Soneta Record milik Raja Dangdut Rhoma Irama diduga ditembak sosok tak dikenal. Penembakan itu terjadi tepat di selasar teras depan studio yang berada di Jalan Tole Iskandar No.41, Sukmajaya, Depok, pada Sabtu (3/3) siang.

Dihubungi via telepon pada Minggu (4/3), putri Rhoma, Debby Veramasari, membenarkan penembakan yang terjadi di studio musik tersebut. Untungnya, tidak ada korban jiwa dari tragedi penembakan itu. Dia juga mengatakan bahwa pelantung 'Begadang' itu sedang berada di lokasi syuting, tidak di studio.

“Enggak, (Rhoma Irama) lagi syuting. Biasanya sih, suka olahraga di situ kalau pagi, pas lagi nginep di situ, cuma kebetulan kemarin enggak ada,” ungkap Debby.

Menurutnya, ada kejanggalan dari serpihan peluru yang mengenai dinding studio. Masih dalam tahap penyidikan, pihak kepolisian kerepotan menentukan arah tembakan. Bahkan, keluarga Rhoma menyebutnya sebagai 'peluru setan'.

“Arah penembakan itu, sama proyektil pelurunya anehlah. Polisi agak sulit tentukan dari arah kiri atau kanan. Jadi, kita bilang semalam itu 'peluru setan'. Proyektilnya katanya sih, jenis khusus,” tuturnya.

Hingga saat ini, Debby dan keluarga masih menduga tragedi penembakan itu berhubungan dengan Partai Idaman milik Rhoma yang ikut memeriahkan tahun politik 2018. Debby yang bekerja di Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak ini juga tengah menangani masalah kekerasan anak oleh seorang aparat. Hal itu diduga menjadi alasan lain dari penembakan tersebut.

“Ini sudah tahun politik, adik saya Vicky lagi nyalon Wakil Bupati. Terus saya kan aktif di Satgas Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak, saya lagi menangani kasus KDRT yang suaminya aparat. Jadi, enggak tahu siapa. Papa juga lagi berjuang di Bawaslu untuk Partai Idaman. Enggak ngerti ya, karena aktivitas saya, Mas Vicky dan Papa banyak di studio itu mungkin,” ucap gadis berkerudung itu.

Selain penjagaan ketat dari petugas kepolisian, tak ada perubahan aktivitas di studio musik tersebut. Pada Sabtu (3/3) malam, ayahnya bahkan masih berlatih di sana.

“Studio enggak dikosongin, sih. Semalam Papa sama Soneta tetap latihan di sana,” kata Debby.

Jika pelaku berhasil diringkus, baik Debby, Rhoma, atau pun anggota keluarga dan kerabat dari Soneta tak menginginkan pertanggung-jawaban berarti. Mereka hanya ingin tahu alasan dari aksi nekatnya tersebut.

Rhoma Irama di Monas. (Foto: Erin/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rhoma Irama di Monas. (Foto: Erin/kumparan)

“Kalau ada pelakunya bisa ditangkap, saya mau tahu motifnya apa. Tapi kalau misal enggak terungkap ya, sudahlah, yang penting enggak ada korban jiwa. Kita lihat saja ke depannya, kalau memang ada kelanjutan, berarti kan memang ada yang mau neror. Tapi kalau enggak ada lagi, ya, mungkin saja itu ‘peluru setan’,” tutupnya.

Sebelumnya, polisi membenarkan adanya penembakan itu. Polisi menyebut ada satu proyektil peluru di sekitar studio yang berhasil ditemukan.

"Ditemukan satu proyektil peluru di lokasi tersebut. Tim Puslabfor sedang olah TKP," ucap Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (4/3).