Kumparan Logo

Setelah Jadi Dilan dan Minke, Iqbaal Ramadhan Berperan sebagai Burung Perkutut

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iqbaal Ramadhan. Foto: Regina Kunthi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Iqbaal Ramadhan. Foto: Regina Kunthi/kumparan

Iqbaal Ramadhan begitu melekat dengan karakter Dilan yang ia perankan di film Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea: Suara dari Dilan. Setelah berperan sebagai Dilan, cowok 20 tahun ini menjadi Minke di film Bumi Manusia.

Dalam proyek terbarunya, yakni Sandiwara Sastra, Iqbaal mendapat peran yang begitu berbeda dibanding sebelumnya. Cowok kelahiran Surabaya ini memerankan burung perkutut.

“Ini peran pertama aku yang menjadi bukan manusia, super interesting. Karena selain ini adaptasi dari sebuah cerpen, ada permainan karakter,” kata Iqbaal dalam konferensi pers yang digelar lewat sambungan media, Senin (6/7).

Iqbaal Ramadhan di @america, Pacific Place Foto: Munady

Memerankan burung perkutut bukan hal yang mudah bagi Iqbaal Ramadhan. Dia harus bekerja keras untuk mengeksplorasi karakternya tersebut.

“Jadi bagaimana caranya bisa menyuarakan suara burung tapi dengan bahasa yang tetap dimengerti semua orang. Burungnya jadi kayak manusia, tapi sebenarnya dia burung. Jadi, menarik sekali, sih,” ucap Iqbaal.

Iqbaal kesulitan melakukan observasi karena saat ini berada di Melbourne, Australia. Dia mengaku mengalami kendala untuk menemukan burung perkutut.

Akhirnya, Iqbaal mencoba mencari tahu mengenai burung perkutut lewat internet. Selain itu, ia juga dibantu oleh tim produksi untuk mendapatkan suara khas dari Perkutut.

“Karena kita juga tidak berusaha untuk sepenuhnya membunyikan bunyi Perkutut, tapi di saat yang bersamaan kita ingin orang tahu kalau ini bunyi Perkutut,” tutur Iqbaal.

Aktor sekaligus penyanyi Iqbaal Ramadhan. Foto: Munady.

Sandiwara Sastra merupakan suatu program yang dibuat untuk mengalihwahanakan sebuah karya sastra Indonesia ke dalam bentuk audio. Program kolaborasi Titimangsa Foundation, KawanKawan Media, dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI ini, akan dirilis perdana pada Rabu (8/7) pukul 17.00 WIB di podcast Budaya Kita.

Sandiwara Sastra juga dapat didengarkan di Radio Republik Indonesia (RRI) dengan cerita yang berbeda di setiap pekannya. Durasi podcast sendiri berkisar sekitar 30 menit dengan melibatkan tiga sampai empat aktor dalam setiap ceritanya.

Sandiwara Sastra. Foto: Instagram/@happysalma

Gunawan Maryanto menjadi sutradara yang ditunjuk untuk mengalihwahanakan karya sastra tersebut dalam bentuk audio. Dalam penggarapannya Sandiwara Sastra juga akan dilengkapi dengan tata musik sehingga pendengar bisa semakin memahami lagi terutama dari segi pemaknaannya.

Iqbaal berharap program Sandiwara Sastra bisa membuat anak-anak muda lebih mengenal karya sastra. Terlebih podcast merupakan salah satu medium yang cukup populer belakangan ini.

“Podcast sekarang lagi naik lagi, semua orang udah beralih ke podcast. karena podcast ini bisa didengerin ketika kita melakukan hal-hal lain. Enggak harus yang menyediakan waktu seperti medium seni lain, film contohnya,” tutup Iqbaal Ramadhan.