kumparan
15 Desember 2018 13:04

Sukses di Usia Muda, Prilly Latuconsina Tetap Utamakan Pendidikan

Prilly Latuconsina sempat ragu saat dulu mendapat tawaran pekerjaan di dunia hiburan. Prilly kecil memiliki tekad yang bulat untuk menjadi seorang dokter anak atau guru TK.
ADVERTISEMENT
Namun pada akhirnya, sang ibunda tercinta, Ully Djulita, memberikan motivasi kepadanya. Sang ibu percaya, meskipun Prilly menjadi seorang selebriti, namun ia akan tetap bersinar dalam bidang akademik.
"Mama aku yang meyakinkan aku, 'Pril, main sinetron enggak akan buat kamu enggak jadi dokter kok. Banyak artis-artis yang jadi dokter juga walaupun jadi artis, coba aja dulu'," ucap Prilly mengenang ucapan ibunya pada suatu siang di pertengahan bulan November lalu.
Semangat dan doa dari sang ibunda membawa Prilly menuju kesuksesan di dunia hiburan dan juga bisnis. Hanya saja, ia harus mengubur rapat-rapat impiannya untuk menjadi seorang dokter.
Prilly sudah memilih. Ia kini telah nyaman menjalani kehidupan sehari-harinya sebagai seorang public figure. Akan tetapi, meskipun ia gagal menjadi seorang dokter, Prilly tetap melanjutkan pendidikan tingginya di bidang lain.
ADVERTISEMENT
Saat ini, pemain film 'Hangout' tersebut terdaftar sebagai seorang mahasiswa di London School of Public Relation (LSPR). Ia memilih untuk mengambil jurusan public relation, yang juga masih berhubungan dengan pekerjaannya di dunia hiburan.
Meski telah meraih kesuksesan di usia muda, pendidikan tetap menjadi sebuah hal penting bagi seorang Prilly Latuconsina. Banyak wawasan baru yang ia temukan di bangku perkuliahan.
Prilly Latuconsina
Prilly Latuconsina. (Foto: Helmi Afandi Abdullah)
Prilly mengaku, sebelum kuliah, wawasan pengetahuannya hanya sekitar 30%. Namun, setelah mendapatkan berbagai macam ilmu di perkuliahan dan organisasi, pengetahuannya bertambah menjadi 100%.
"Aku tahu cara bikin proposal, aku tahu gimana cara kerja media, aku tahu gimana handle crisis and everything karena jurusan aku PR. Jadi, wawasan lebih luas lagi yang which is bikin kita lebih dewasa lagi dalam berpikir dan buat kita disiplin," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Gadis berdarah Ambon ini sempat menunda pendidikan tingginya karena masih memiliki urusan pekerjaan. Oleh karena itu, ia kini harus berkuliah di saat teman-teman seusianya yang lain sudah tamat pendidikan S1.
Namun, Prilly sama sekali tak menyesali hal tersebut. Ia justru bangga karena bisa merasakan pengalaman kerja terlebih dahulu daripada kuliah. Prilly merasa lebih mudah mengerjakan tugas-tugas kuliahnya yang ternyata tak serumit masalah pekerjaan yang dihadapinya.
"Teman aku banyak yang stres sama tugas kuliah. Kalau aku karena sudah ngerasain kerja di lapangan, tugas kuliah tuh masih bisa aku kerjain tanpa stres berkepanjangan," katanya santai.
konten spesial, Beyond Sensation, Prilly Latuconsina
Beyond Sensation: Prilly Latuconsina. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Meski memiliki kesibukan yang cukup padat di dunia hiburan, Prilly tetap bisa membagi waktunya dengan baik antara karier dan pendidikan. Alih-alih merasa terbebani, Prilly malah merasa senang dan santai menjalani keduanya.
ADVERTISEMENT
Prilly juga termasuk salah satu mahasiswa berprestasi di kampusnya. Di tahun 2018 saja, ia berhasil mendapatkan dua penghargaan sekaligus dari kampus tercinta.
Penghargaan pertama adalah 'Favorite of Public Relation Program' lewat karya 'Millennials Power in Culture' 2018. Selain itu, Prilly juga didapuk sebagai 'Best Lead Female Actress' dalam acara 21th LSPR Theatre Festival 2018.
Bekerja keras di usia muda tak menjadi hambatan yang berarti bagi Prilly. Dengan semangat menggebu, ia menjelaskan kalau dirinya ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di masa muda ini. Prilly tak mau menyesal di hari tua karena melewatkan banyak hal selagi dirinya masih muda dan mampu melakukan banyak aktivitas.
"Masa muda itu harusnya kita kerja keras bukannya main, karena kita masih punya tenaga yang oke banget, masih punya pemikiran yang lebih kekinian buat mengerjakan pekerjaan yang sekarang. Karena pas sudah tua belum tentu bisa kerja kayak gini," tuturnya.
Prilly Latuconsina
Prilly Latuconsina. (Foto: Helmi Afandi Abdullah)
Prilly menganggap hari tua adalah masa di mana ia bisa menikmati hasil kerja kerasnya yang ia lakukan semasa muda. Akan tetapi, Prilly tetap ingin berkarya hingga dirinya sudah tak mampu lagi beraktivitas normal.
ADVERTISEMENT
Dengan yakin, Prilly mengatakan jika dirinya masih akan memiliki semangat dan energi yang sama seperti sekarang, walau usianya nanti sudah menginjak 50 tahun. Ia ingin mengerjakan hal-hal yang ia cintai hingga ajal menjemputnya kelak.
"Aku pengin kayak Stan Lee yang nulis Marvel. Dia nulis apa yang dia suka dan pekerjaan dia menghibur orang, dan dia lakukan sampai hembusan napas terakhir. Enggak ada penyesalan dalam hidupnya. Aku ingin seperti dia," tutup Prilly Latuconsina.