Tessa Kaunang Ungkit Lagi Penyebab Perceraiannya dengan Sandy Tumiwa

Hubungan antara Tessa Kaunang dan mantan suaminya, Sandy Tumiwa, tidak berjalan dengan mulus. Baru-baru ini, Tessa mengungkit kembali alasan mengapa dia dan Sandy memilih untuk bercerai pada kala itu.
Mereka menikah pada 7 Juli 2006. Hasil dari pernikahan tersebut, keduanya dikarunia dua orang anak yang diberi nama Andisa Leota Anabel (10) dan Andisa Latafka Avram (8).
Pada tahun 2014, rumah tangga Tessa dan Sandy sedang berada dalam masalah, hingga akhirnya pada 23 September 2014, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan bahwa mereka resmi bercerai.

Saat menikah dengan pria berumur 36 tahun itu, mereka memiliki keyakinan yang sama. Namun, tiba-tiba saja Sandy memilih untuk pindah agama tanpa adanya obrolan terlebih dulu bersama Tessa yang pada saat itu masih menjadi istri sahnya.
“Enggak ada ngobrol, enggak ada diskusi, pokoknya enggak ada ngobrol dua arahlah. Pokoknya tiba-tiba pindah (agama) lah,” ujar Tessa saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/3).
Mengetahui hal tersebut, pemain film ‘Bebek Belur’ itu bersama keluarganya menerima keputusan yang telah diambil oleh Sandy.
“Kamu berubah haluan, kamu belajar dan memperdalam semuanya, memberikan contoh yang baik (bagi anak-anak). Suatu saat, lima sampai sepuluh tahun lagi, kalau anak-anaknya sudah dewasa mungkin mereka bisa melihat sendiri,” ucap Tessa.

Sejak lahir, kedua anak mereka telah menganut agama Kristen. Namun, saat Sandy pindah keyakinan, ia mulai mengenalkan agama yang dianutnya. Tessa pun khawatir apabila anak-anaknya itu akan merasa kebingungan karena masih terlalu dini.
“Kalau kamu mau ngajarin (agama Islam pada) anak, meskipun kamu imam anak-anak, pemimpin, kepala keluarga, tapi tunggulah sampai anak dewasa, sampai mereka bisa mengerti betul. Jangan pada masih kecil diombang-ambing,” katanya.
Setelah Tessa membicarakan mengenai hal itu ke Sandy, respons yang diberikan oleh pria kelahiran Jakarta tersebut membuat Tessa sakit hati.
“Kita cuma ngomongin gitu saja. Tapi dia tetap keras, sampai emosi. Ya, saya juga merasa tidak bisa lagi bersatu dengan orang seperti ini. Jadi perilaku dia yang emosional, mau menang sendiri, egois, saya enggak bisa dipersatukan lagi, terutama masalah kepercayaan,” beber Tessa.
