Kumparan Logo

Wali Kota Ambon Berencana Bangun Museum Glenn Fredly

kumparanHITSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Glenn Fredly. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Glenn Fredly. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, termasuk salah satu orang yang kehilangan sosok Glenn Fredly. Dalam conference call Jejak Musikalitas Glenn Fredly untuk Negeri, ia berpendapat bahwa Glenn adalah sosok musisi yang langka.

“Glenn ini bertindak selaku inspirator dalam banyak hal. Dia memberi inspirasi kepada para artis, masyarakat, dalam menggerakkan setiap kegiatan apa pun juga, dengan tidak melihat suku, agama, kedudukan, jabatan, dan sebagainya,” kata Richard.

“Pada sisi lain, Glenn juga bertindak selaku komunikator. Dia selalu menjadi penghubung antara satu kepentingan yang satu dan yang lain,” sambungnya.

Glenn Fredly Foto: Munady Widjaja

Berkat segala jasa, perjuangan, dan karya-karya yang dihasilkan oleh pria berdarah Ambon itu, masyarakat berharap agar sosok Glenn Fredly bisa terus dikenang. Richard sedang berusaha untuk mewujudkannya.

“Dalam waktu dekat, kita akan membuat dokumen resmi, buku untuk mengenang Glenn, buku tentang dia 25 tahun berkarier. Bukunya ditulis di Jakarta dan juga ditulis di Ambon,” ungkap Richard.

Penyanyi solo Glenn Fredly saat usai konferensi pers jelang konser Harmonia: Titik Balik di Balai Sarbini Jakarta Kamis (24/1). Foto: Ronny/kumparan

Selain itu, Richard mengungkapkan bahwa Glenn memiliki obsesi yang begitu besar untuk membangun sebuah pusat dokumentasi musik atau sebuah museum musik.

“Saya juga telah melaporkan kepada Pak Menteri dan bisa saja museum itu disebut dengan museum Glenn Fredly. Seorang musisi besar yang telah menyumbang banyak hal bagi Indonesia,” tutup Richard.

Glenn Fredly meninggal dunia pada 8 April lalu. Pelantun My Everything itu mengembuskan napas terakhirnya di usia 44 tahun setelah berjuang melawan penyakit meningitis.