Kumparan Logo

10 Hal yang Perlu Dijawab Orang Tua Terkait Pendidikan Anak

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demi anak, yuk, melakukan refleksi tentang esensi pendidikan yang sesungguhnya! Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Demi anak, yuk, melakukan refleksi tentang esensi pendidikan yang sesungguhnya! Foto: Shutter Stock

Moms, apakah Anda turut merayakan atau setidaknya memperingati Hari Pendidikan Nasional? Saat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tidak semua memperingatinya dengan ikut upacara atau melakukan kegiatan khusus lainnya. Bahkan bisa jadi, Hardiknas berlalu begitu saja, tak ada yang istimewa.

Wajar memang. Kita mungkin juga tidak terbiasa mengucapkan "Selamat" saat Hardiknas kan? Tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa, lho! Menurut Lestia Primayanti, pelaku dan pemerhati pendidikan, kita jangan menyerahkan perkara pendidikan bulat-bulat ke sekolah.

"Orang tua perlu menjadi konsumen pendidikan yang cerdas, yang kritis bertanya apakah pendidikan di sekolah tetap melayani kebutuhan anak untuk belajar dan tumbuh," ujarnya.

Tapi mulai dari mana, ya? Khusus di Hari Pendidikan Nasional, tim kumparanMOM mencoba mulai dengan menjawab 10 pertanyaan ini:

Masa depan cerah untuk anak itu seperti apa sih? Foto: Shutterstock

Jawab "Apa" sebelum "Bagaimana"

  1. Moms, coba tanya pada diri sendiri: Menurut Anda, apa sih yang bisa mewakili gambaran "kehidupan yang baik" atau "masa depan yang cerah" bagi anak-anak Anda? Apakah pekerjaan dengan gaji besar? Pemenuhan kerohanian? Hasrat pribadinya yang tercapai? Kesehatan yang baik? Sebaliknya, tanyakan pula apa yang tidak Anda inginkan terjadi atas anak dalam kehidupan dewasa mereka kelak.

  2. Apa ciri-ciri karakter penting yang Anda harapkan dimiliki anak sebagai orang dewasa kelak? Apakah keingintahuan? Keuletan? Ketahanan? Keberanian? Integritas? Kegembiraan? Kesadaran akan lingkungan? Welas asih? Dan apa yang Anda harap tidak mereka miliki atau tunjukkan dalam perilaku mereka sebagai orang dewasa?

Ilustrasi anak belajar membuang sampah. Foto: Shutter Stock

Jawab Bagaimana, Dengan Spesifik

  1. Selanjutnya, tanyakan pada diri sendiri bagaimana Anda sebagai orang tua menumbuhkan atau meletakkan dasar-dasar yang memungkinkan anak memperoleh semua yang Anda jawab sebagai apa yang baik dan penting tadi. Jawab pertanyaan ini dengan spesifik ya, Moms. Termasuk hal-hal yang telah dengan sengaja Anda lakukan. Entah itu rutinitas yang disengaja, peraturan yang berlaku di rumah, tanggung jawab yang Anda berikan pada anak, konsekuensi ketika tanggung jawab ini tidak terpenuhi hingga orang yang dengan sengaja Anda perkenalkan ke dalam kehidupan anak-anak misalnya. Lantas apa kegiatan atau pengalaman khusus yang telah Anda rancang untuk anak-anak dengan memikirkan masa depan mereka?

Ilustrasi guru sekolah anak Foto: Shutterstock

Arti Bersekolah

  1. Sekolah memberikan pendidikan untuk anak. Nah Moms, tanyakan pada diri sendiri dan jawablah dengan penuh kesadaran: menurut Anda, apa makna pendidikan di sekolah untuk anak-anak Anda. Saat kita bilang anak "dididik" di sekolah, apa sih, maknanya? Apakah anak dididik untuk mendapat latar belakang pengetahuan dan keterampilan? Untuk membantu mereka menjadi pribadi dewasa secara sosial? Untuk mengakreditasi dan mensertifikasi anak agar siap mendapat pendidikan yang lebih tinggi? Untuk membantu anak menemukan jati dirinya? Untuk membangun kepercayaan diri mereka dengan menegaskan pencapaian-pencapaian mereka? Untuk menjadi yang terhafal, tertinggi, terbaik, terkeren? Untuk nama baik atau gengsi orang tua? Atau... untuk apa?

  1. Dengan cara-cara seperti apa Anda berharap sekolah melengkapi hal-hal yang Anda anggap penting terkait dengan pendidikan anak? Hal-hal apa pula yang menurut Anda perlu sekolah ajarkan pada anak,? Dan apa yang sebaiknya diperoleh anak tidak di sekolah namun di rumah, dari orang tua atau tempat lain?

Ilustrasi anak belajar di rumah Foto: Shutterstock

Apa yang Paling Penting?

  1. Pada skala 1-10, bagi Anda seberapa penting anak bisa...

a. Merasa "senang dan bahagia" di sekolah dalam arti memiliki teman, menyukai gurunya, merasa percaya diri, diterima dan dihargai?

b. Merasa cukup ditantang secara intelektual dan fisik di sekolah, bahkan jika saat harus menghadapi tantangan-tantangan ini terkadang ia merasa tidak nyaman?

c. Menemukan dan mengekspresikan apa yang jadi kekuatan atau kemampuan khusus mereka di sekolah? Misalnya menari, melakukan penelitian ilmiah, melukis, dan sebagainya.

d. Terpapar berbagai pengetahuan (misal sastra, seni, budaya lokal, dsb), meskipun beberapa di antaranya mungkin awalnya tidak menarik bagi mereka?

e. Mengekspresikan diri dengan jelas dalam bentuk tertulis maupun lisan. Misalnya membuat laporan, berdebat, berdiskusi atau melakukan presentasi.

f. Memahami bagaimana tubuhnya bekerja, cara menjaga dirinya tetap sehat dan aktif secara fisik di sekolah?

g. Mandiri dalam mengurus dirinya sendiri dan terlatih dalam membuat keputusan dengan baik?

Ilustrasi guru mendampingi anak di sekolah Foto: Shutterstock

Peran Sekolah

  1. Menurut Anda hal-hal spesifik apa yang telah sekolah si kecil lakukan dengan baik dalam melengkapi nilai-nilai keluarga Anda dan tujuan yang ingin dicapai anak-anak Anda? Lalu hal-hal apa yang belum tapi bisa dan pantas dilakukan sekolah?

Jangan lupa, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda juga sudah berperan aktif sebagai rekan setara dengan sekolah, demi kepentingan terbaik anak?

"Bagaimanapun sekolah mendidik banyak anak sekaligus, tidak mudah menjalankan kegiatan belajar yang memenuhi kebutuhan unik setiap anak," pesan Lestia.

Sesuai Kebutuhan Anak

Senada dengan Lestia, menurut Alzena Masykouri, M.Psi, Psi., psikolog dari Sentra Tumbuh Kembang Anak Kancil, Jakarta Selatan, orang tua seringkali sibuk memilih sekolah terbaik untuk anak tanpa memahami bahwa pendidikan dan pembelajaran yang terbaik untuk anak bukan semata mencari sekolah terbaik.

"Yang harus dipertimbangkan apakah kondisi belajar dan kondisi pendidikan sudah sesuai dengan kebutuhan anak yang unik. Adik-kakak saja bisa berbeda lho, kebutuhannya," ujar Alzena.

Karenanya, menurut Alzena setiap orang tua juga perlu menjawab 3 pertanyaan ini:

Ilustrasi anak belajar di sekolah Foto: Shutterstock
  1. Apakah kondisi belajar saat ini sudah memenuhi atau sesuai dengan kebutuhan anak Anda? Dengan karakter, gaya belajar dan minatnya? Ingat Moms, semua anak punya karakter, gaya belajar dan minat yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun tidak bisa dipukul rata.

  1. Bagaimana Anda menggambarkan kondisi pendidikan anak Anda saat ini? Apakah terlalu berat untuk anak? Cukup untuk memelihara rasa ingin tahunya? Bisa menumbuhkan intelektual anak? Atau membuat anak kewalahan dan justru sulit berkembang?

  2. Dengan mempertimbangkan kondisi belajar dan pendidikan tersebut di atas, tanyakan pada diri sendiri: lingkungan pendidikan seperti apa yang menurut Anda dibutuhkan oleh anak agar bisa merasa aman dan berkembang?

Bicara soal lingkungan pendidikan, ingat bahwa kebutuhan akan pendidikan bukan hanya dicari pemenuhannya melalui sekolah atau les, Moms. Justru orangtua berperan penting dan memiliki andil besar dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Nah Moms, yuk, kita jawab dengan jujur dan sadar demi anak-anak tercinta. Semoga jawaban-jawabannya dapat menjadi refleksi bagi kita di Hari Pendidikan Nasional ini. Dengan melakukan refleksi kita bisa menilai sejauh apa kita sudah berbuat, bekerja, berusaha untuk pendidikan anak. Tentu saja harapannya setelah itu kita bisa melakukan penyesuaian atau perbaikan-perbaikan yang kiranya diperlukan.

embed from external kumparan