Kumparan Logo

3 Hal yang Bisa Anda Lakukan Bila Kakak Cemburu pada Adiknya

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi adik kakak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi adik kakak. Foto: Shutter Stock

Hubungan kakak adik terkadang memang rumit. Rasa saling cemburu mungkin saja muncul karena perhatian orang tua tak hanya fokus pada satu anak saja, melainkan harus dibagi rata.

Tak jarang, kakak cemburu pada adiknya, karena merasa perhatian untuknya kini berkurang. Salah satu reaksinya dapat Anda lihat setelah kelahiran si adik. Biasanya terjadilah perubahan sikap pada si kakak, misalnya mengompol lagi, kembali berbicara seperti bayi, karena dalam bayangan anak tingkah laku seperti adik inilah yang lebih diterima. Atau sebaliknya, ia terang-terangan bersikap agresif terhadap si adik.

Hal tersebut sebenarnya wajar terjadi dalam hubungan kakak adik. Semua ini karena si kakak takut bahwa orang tua tidak sayang lagi padanya. Perasaan terancam ini membuatnya cemas dan marah pada si adik. Untuk menanggulangi masalah ini, orang tua memegang peranan penting. Sikap yang diperlihatkan orang tua terhadap hubungan kakak adik ini dapat membuat situasi menjadi lebih baik atau sebaliknya semakin parah.

Bila si kecil bersikap agresif pada adiknya, seperti memukul, menarik kaki atau menjambak, jangan langsung memarahinya. Reaksi kaget Anda sebisa mungkin tidak diikuti dengan hardikan atau tindakan balas dendam. Tindakan Anda hanya akan memperburuk situasi.

Untuk mengatasinya, ada 3 hal penting yang bisa Anda lakukan.

Pertama, melindungi adik dari serangan kakak. Begitu si kecil memperlihatkan wajah cemburu, untuk sementara waktu jauhkanlah di adik dari pandangannnya.

Kedua, memperlihatkan dengan jelas bahwa ungkapan cemburu itu tidak Anda sukai. Maksudnya adalah cara si kecil melampiaskan rasa cemburunya, bukan rasa cemburu itu sendiri ya, Moms. Cemburu adalah satu hal yang wajar, oleh karenanya sangat tidak bijaksana bila Anda mempermalukannya. Misalnya "Sirik ya sama adik?". Lebih baik bila Anda berkata "Adik kan kalau dipukul bisa kesakitan, Kak".

Ketiga, yakinkanlah si kakak bahwa Anda tetap menyayanginya, Moms. Sediakan waktu luang untuk berdua saja dengan si kakak, pujilah hasil kerjanya, apakah itu gambarannya atau bantuannya dalam mengasuh adik.

Adanya perasaan bangga dan rasa dibutuhkan membuat ia mengembangkan perasaan yang berbeda terhadap adiknya. Perasaaan aman ini pun secara bertahap dapat menghilangkan kebiasaannya, mengompol atau berbicara seperti bayi, karena si kakak telah yakin bahwa Anda menerimanya apa adanya.

Apakah dengan bersikap seperti itu Anda mengabaikan adik yang baru lahir? Tentu saja tidak. Bayi yang baru lahir pun membutuhkan perhatian dan kasih sayang Anda. Tetapi pada awal kehidupannya sang bayi umumnya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur.

Waktu-waktu ini dapat Anda pergunakan untuk menghabiskan waktu bersama si kakak. Harapannya, jika nanti mereka sudah tumbuh dewasa, mereka bisa menjadi kakak adik yang akur dan saling menyayangi.