4 Aktivitas untuk Stimulasi Perkembangan Sensorimotor Bayi
·waktu baca 2 menit

Ada banyak teori tentang perkembangan bayi yang dapat dipelajari orang tua. Salah satunya adalah perkembangan sensorimotor yang terdapat dalam teori perkembangan Piaget. Mengutip Mom Junction, tahap sensorimotor adalah fase perkembangan ketika bayi dapat menggunakan inderanya untuk melakukan aktivitas, seperti menyentuh, mengisap, menggenggam, dan mendengarkan.
Sensorimotor merupakan istilah yang merujuk pada persepsi sensorik dan aktivitas motorik, dua hal yang berperan penting dalam perkembangan bayi. Tahapan sensorimotor terjadi sejak bayi lahir sampai ia berusia dua tahun dan ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang pesat pada si kecil.
Nah Moms, untuk mengoptimalkan perkembangan sensorimotor bayi, berikut empat aktivitas yang dapat Anda lakukan untuk menstimulasinya.
Aktivitas untuk Mendukung Perkembangan Sensorimotor Bayi
1. Bermain Cilukba
Siapa sangka, permainan cilukba ternyata bisa bermanfaat untuk perkembangan bayi. Ya Moms, bermain cilukba berperan untuk menstimulasi ekspresi bayi, seperti kaget dan tertawa, yang umumnya terjadi pada usia 4 – 8 bulan. Anda juga bisa bermain cilukba dengan bersembunyi di bawah selimut untuk menstimulasi keingintahuan si kecil saat mencari Anda, Moms.
2. Permainan Taktil
Permainan taktil atau yang berhubungan dengan indera peraba, merupakan permainan yang melibatkan sentuhan. Taktil merupakan salah satu keterampilan motorik pertama yang dipelajari bayi.
Permainan taktil bermanfaat untuk membantu bayi merasakan sensasi atau tekstur yang berbeda, mengembangkan keterampilan motoriknya, dan merangsang kreativitasnya. Beberapa permainan taktil yang bisa dimainkan bersama bayi yaitu playdough, bermain cat dengan jari, dan menuangkan air ke mangkuk.
3. Mengenalkan Buku
Pada usia 12 – 18 bulan, bayi umumnya mulai tertarik dengan buku. Namun, Anda juga dapat mengenalkannya lebih awal, Moms. Berikan buku dengan gambar timbul atau 3D yang dapat disentuh oleh si kecil. Aktivitas ini bisa menjadi cara sederhana untuk mengenalkan dunia atau berbagai jenis benda pada bayi.
4. Mainan Bergerak
Menggunakan mainan bergerak dalam aktivitas bermain bersama bayi dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif si kecil. Contoh mainan bergerak yang bisa Anda gunakan yaitu kereta beserta relnya, mobil-mobilan, dan mainan anjing atau kucing yang dapat ditarik. Mainan tersebut dapat menarik perhatian bayi.
Selain itu, mainan bergerak juga dapat mengembangkan indera pendengaran, ketajaman visual, keterampilan pengenalan, dan indera sentuhan si kecil.
