5 Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Disarankan Puasa
·waktu baca 3 menit

Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi seluruh umat Muslim yang sudah balig. Meski begitu, beberapa golongan tertentu, diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Ya Moms, ibu hamil bisa mengganti puasa Ramadhan di hari lain atau bisa menggantinya dengan membayar fidiah.
Meski begitu, beberapa ibu hamil mungkin ingin tetap puasa karena merasa kondisi fisik dan kehamilannya sehat. Namun, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Zeissa Rectifa Wismayanti, Sp.OG menjelaskan, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dulu pada dokter sebelum memutuskan untuk ikut berpuasa. Sebab, mereka juga perlu mendapatkan pemeriksaan menyeluruh terkait kondisinya.
“Alangkah lebih baik, jika sebelum mempertimbangkan untuk turut berpuasa, ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, supaya dapat dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara menyeluruh,” jelas dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya itu dalam keterangan tertulis yang diterima kumparanMOM pada Kamis (7/4).
Menurut dr. Zeissa, setidaknya ada 5 kondisi yang bisa dialami ibu hamil, sehingga membuat mereka tidak disarankan untuk berpuasa demi kesehatan dan janin di dalam rahimnya. Apa saja?
Ibu hamil muntah berlebihan
Ibu hamil tidak disarankan berpuasa jika mengalami mual dan muntah berlebihan atau yang disebut dengan Hyperemesis gravidarum atau morning sickness. Kondisi ini banyak dialami pada awal kehamilan, di mana ini merupakan masa yang sangat penting bagi tumbuh kembang janin, karena di periode inilah organ janin mulai terbentuk. Sehingga, ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik guna menunjang tumbuh kembang janin.
Kadar hemoglobin yang rendah
Kadar hemoglobin yang rendah menunjukkan adanya risiko terjadinya anemia. Ibu hamil dengan anemia justru membutuhkan asupan protein dan zat besi untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. Jika memaksakan untuk berpuasa dalam kondisi ini, Anda justru berisiko membahayakan diri sendiri juga bayi di dalam kandungan, Moms.
Ibu hamil dengan diabetes
Berpuasa bagi seseorang dengan diabetes saja memerlukan kiat khusus, apalagi bagi pasien diabetes yang sedang hamil. Secara umum, berpuasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini tentu berbahaya bagi kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Maka dari itu, ibu hamil dengan diabetes kurang dianjurkan untuk berpuasa.
Mengalami flek atau perdarahan
Ketika mengalami flek atau perdarahan, ibu hamil sebaiknya tidak melanjutkan ibadah puasanya. Yang dikhawatirkan adalah jika perdarahan terjadi semakin parah, perkembangan dan kesehatan janin juga dapat terganggu, Moms.
Mengalami gangguan sistem pencernaan
Dispepsia atau mag yang kerap dialami ibu hamil juga menjadi salah satu kondisi ibu hamil yang tidak disarankan untuk berpuasa. Apabila tetap memaksakan untuk berpuasa, dikhawatirkan dapat memperparah kondisi gangguan pencernaan yang dialami.
