5 Sayuran Ini Sering Dicuci dengan Cara yang Salah, Tanpa Anda Sadari!

Setiap hari, Anda tentu tak lupa mengolah sayuran untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Apalagi bila masih memiliki bayi, balita dan anak usia sekolah. Berbagai jenis sayuran sangat dibutuhkan dan harus ada dalam menu makannya setiap hari untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Meski baik untuk kesehatan, namun sayuran juga dapat memicu suatu penyakit jika tidak dibersihkan dengan cara yang tepat. Karena, saat proses penanaman, sayuran telah terpapar bermacam-macam zat seperti pupuk, kotoran hewan, air yang kotor, dan berbagai alat pertanian yang tidak terjamin kebersihannya.
Begitu juga ketika dipanen, sayuran umumnya hanya dibersihkan seadanya. Lalu ada proses distribusi di mana sayuran dibawa dari area tanam di desa misalnya hingga ke kota dan lapak di pasar atau rak di supermarket favorit Anda. Terbayang kan Moms, kotornya? Oleh karena itu, mencuci sayuran dengan seksama sebelum diolah wajib hukumnya.
Tapi tak semua sayuran bisa dibersihkan dengan cara yang sama. Dilansir The Daily Meal, beberapa jenis sayuran perlu dicuci dengan cara khusus agar kuman benar-benar hilang. Kelima jenis sayuran berikut ini misalnya:
1. Brokoli dan Kembang Kol

Brokoli dan kembang kol memiliki banyak celah kecil pada permukaannya sehingga tak sedikit orang yang mengalami kesulitan saat membersihkan bagian ini. Nah, cara yang benar ketika mencuci sayur jenis ini adalah dengan membelahnya kemudian direndam ke dalam semangkuk air dingin selama beberapa menit. Pada proses perendaman ini, kotoran akan terangkat dari celah sayuran. Setelah dipastikan benar-benar bersih, cuci kembali sayuran dengan air mengalir.
2. Alpukat

Kulit alpukat tetap harus dicuci sampai bersih juga sebelum dagingnya diolah atau dimakan. Banyaknya kuman yang menempel pada kulit alpukat menyebabkan pisau yang digunakan untuk memotong buah ini ikut terpapar kuman yang ada pada permukaan kulit buah.
Oleh karena itu sebaiknya cuci kulit alpukat sampai bersih dengan cara digosok menggunakan sikat yang lembut sampai kotoran benar-benar hilang dari permukaan kulit.
3. Cabai

Pernah merasakan kulit tangan memanas dan terbakar setelah memegang cabai, Moms? Itu karena kulit cabai mengeluarkan sejenis minyak alami bernama Capsaicin yang menghasilkan rasa pedas dan panas di mulut.
Walaupun cabai belum diolah, minyak masih dapat terserap keluar dan menyebabkan sensasi panas dan terbakar pada permukaan kulit. Bahkan pada beberapa orang, minyak tersebut akan meninggalkan bekas ruam kemerahan pada kulit.
Untuk meminimalisir risiko panas pada tangan ketika memegang cabai, cuci cabai yang akan diolah di bawah air mengalir sambil digosok pelan menggunakan sikat berbulu lembut sampai kulit cabai terlihat lebih mengilap.
4. Jamur

Sebenarnya jamur tidak termasuk golongan sayuran maupun buah, meski umumnya memang dijual bersama dengan sayuran. Perbedaan jamur dan sayuran yang lain adalah fakta bahwa sebenarnya jamur tidak perlu dicuci menggunakan air sebelum diolah. Cukup dibuang bagian yang kotornya saja atau digosok menggunakan sikat dengan bulu halus untuk membersihkan kotoran yang menempel pada jamur.
Jika jamur dirasa perlu dibersihkan dengan air, sebaiknya jangan terlalu lama merendamnya karena jamur bersifat menyerap cairan. Merendam jamur tidak akan membuat jamur menjadi bersih, malah akan membuatnya menjadi cepat layu dan busuk karena terlalu banyak menyerap air. Hasilnya? Rasa jamur jadi kurang enak ketika diolah.
5. Umbi-umbian

Sama seperti alpukat yang hanya diambil bagian dagingnya, tidak banyak orang yang mencuci kulit umbi-umbian sebelum diolah. Pada sayuran kentang dan ubi misalnya. Padahal umbi-umbian adalah jenis tanaman yang tumbuh di dalam tanah, sehingga rentan terkontaminasi zat-zat berbahaya seperti pestisida.
Selain itu, hewan-hewan kecil juga bisa hinggap di permukaan umbi dan menyebabkan terganggunya fungsi saluran pencernaan jika ikut termakan.
