Kumparan Logo

5 Vitamin yang Berpengaruh pada Kualitas Baik Sperma Calon Ayah

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Ayah Makan  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ayah Makan Foto: Shutterstock

Memulai program hamil, artinya ibu dan ayah perlu dan harus bekerja sama. Ya, meski yang akan mengandung, hamil dan melahirkan itu dilakukan calon ibu, tapi bukan berarti calon ayah tak punya peran sama sekali.

Beri tahu suami, saat konsultasi ke dokter juga harus dilakukan berdua. Pasalnya, kondisi susah hamil tak jarang berasal dari faktor ayah, yakni terkait kualitas spermanya, Moms.

ilustrasi pasangan suami istri Foto: Shutterstock

Beri tahu ia pula kalau dirinya perlu menjaga kualitas sperma dengan mengkonsumsi aneka vitamin penting. Berikut adalah ulasannya:

1. Vitamin C

Ilustrasi vitamin C tambahan Foto: dok.shutterstock

Menurut dr Bram Pradipta, SpOG MARS, konsumsi vitamin C dapat meningkatkan kualitas sperma.

“Jadi (dengan mengkonsumsi vitamin C ini membuat sperma menjadi) tidak lengket dan tidak menempel satu sama lain dan kualitasnya jadi lebih bagus,” ujar dr Bram dalam acara Moms Mingle belum lama ini.

Apabila sperma tidak menempel, maka dapat menunjang hingga 30 persen saat melakukan motilitas (gerak sperma). Yang berarti kesempatan untuk membuahi sel telur lebih besar serta dapat mengurangi jumlah sperma yang abnormal

Selain itu, vitamin C juga mampu melindungi sperma dari reaksi oksidatif. Adapun serangan ini dapat menyebabkan kerusakan DNA dalam sperma, Moms.

Aneka makanan yang mengandung vitamin C antara lain: kiwi, stroberi, blewah, jeruk, sayuran seperti tomat, brokoli, kol, hingga kentang.

2. Vitamin B12

Lemak ikan salmon Foto: Pixabay

Sama seperti vitamin C, vitamin B12 juga baik untuk ayah karena dapat meningkatkan motilitas sperma, meningkatkan jumlah sperma dan mengurangi kerusakan DNA sperma.

“Vitamin B 12 ini bisa meningkatkan (kualitas) sperma jadi spermanya lebih baik dan juga mobilitas lebih bagus jadi spermanya lebih lincah,” tambah dr Bram.

Nah, apabila ayah kekurangan vitamin B 12, maka jumlah spermanya lebih rendah dan pergerakannya pun lebih lama. Untuk menghindarinya, Anda perlu memberitahu ayah untuk mengkonsumsi aneka jenis ikan dan seafood, telur, susu, sereal, hingga hati.

3. Vitamin E

Brokoli Foto: Pixabay

Selanjutnya, ayah juga perlu mengkonsumsi vitamin E yang bisa didapatkan dari kacang-kacangan atau biji-bijian, sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, jagung. Menurut Mohammad K Moslemi dan Samaneh Tavabakshs dalam International Journal of General Medicine, mengkonsumsi suplemen atau sumber vitamin E dapat meningkatkan kualitas sperma.

Kemudian, vitamin E juga memiliki peran sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Adapun radikal bebas menjadi salah satu faktor dari infertilitas pada beberapa pria.

4. Vitamin D

Ilustrasi Hati Sapi. Foto: Shutter Stock

Vitamin D juga baik bagi calon ayah, karena dapat membantu sperma untuk bergerak lebih baik. Ahmad O Hammoud dalam jurnal Asian Andrologi menjelaskan, bahwa rendahnya tingkat vitamin D pada pria dapat memiliki efek negatif terhadap keseluruhan kesehatan sperma, serta jumlah dan motilitas sperma.

Calon ayah bisa mendapatkan vitamin D dari ikan salmon, ikan tuna, ikan makarel, hati sapi, keju, kuning telur, produk olahan susu, hingga jamur. Namun, kadar vitamin D yang tinggi juga tidak baik untuk sperma. Maka demi mendapat komposisi yang tepat, konsultasikan dengan dokter.

5. Zinc

Lobster Foto: thinkstock

Zinc atau seng juga baik untuk kesuburan suami karena dapat meningkatkan imunitas, meningkatkan motilitas sperma, mengatur jumlah dan kualitas sperma. Nah, untuk mendapatkannya pastikan ayah mengkonsumsi daging merah, lobster, kepiting, kacang-kacangan, hingga biji-bijian.