6 Cara Atasi Balita yang Sering Bangun Terlalu Pagi

21 Agustus 2018 20:20 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:06 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Balita Bangun Tidur Terlalu Pagi (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Balita Bangun Tidur Terlalu Pagi (Foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT
Siapa sih, yang tidak senang melihat senyum ceria balita di pagi hari? Senyum di wajah balita memang bisa memberi Anda pasokan semangat untuk menjalankan aktivitas sepanjang hari kan, Moms? Tapi mungkin ceritanya berbeda kalau balita Anda bangun terlalu pagi. Alih-alih pasokan semangat, bisa jadi Anda (dan anggota keluarga lainnya) kehilangan waktu tidur yang berkualitas karena ikut terbangun bersamanya.
ADVERTISEMENT
Melanie Gushnowski, seorang konsultan pengasuhan dan ahli perkembangan anak dari Calgary, Kanada, mengatakan, "Masalah balita bangun terlalu pagi merupakan masalah umum yang sering dikeluhkan banyak orang tua." Namun menurut Melanie, sebenarnya bukan soal seberapa pagi balita Anda bangun yang harus jadi perhatian di sini.
"Yang paling penting, apakah balita Anda cukup tidur?" tegas Melanie, "Kalau anak tidur jam 8 malam dan sudah bangun pada jam 4 pagi, artinya kan dia hanya tidur selama 8 jam. Sementara seharusnya, balita tidur selama 11 sampai 16 jam sehari."
Ilustrasi Balita Rewel saat Bangun Tidur (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Balita Rewel saat Bangun Tidur (Foto: Shutterstock)
Amati juga apakah anak bangun dengan ceria dan segar atau sebaliknya. Meski hanya tidur 8 jam tapi ia tampak segar misalnya, mungkin saja balita Anda memang tipe anak yang tidak membutuhkan waktu tidur lama. Sementara bila ia terbangun dengan lesu, rewel dan tampak masih mengantuk, Anda perlu segera menyelidiki penyebabnya.
ADVERTISEMENT
Bila ini yang terjadi, Melanie menyarankan Anda mencermati apakah ada perubahan dalam kehidupan anak. Perubahan ini bisa berkontribusi pada pola tidurnya. “Apakah waktu waktu tidurnya berubah? Apakah anak baru saja mencapai tonggak perkembangan baru seperti baru bisa berjalan? Apakah ia baru punya adik atau Anda baru saja mengajaknya pindah rumah? Apakah Anda baru saja menyapihnya? Menurut Melanie, semua bisa mempengaruhi.
Ilustrasi Balita Bangun Tidur dengan Ceria (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Balita Bangun Tidur dengan Ceria (Foto: Shutterstock)
Selain itu, waktu tidur siang yang berubah juga dapat berpengaruh pada pola tidur anak di malam hingga pagi hari. Namun apapun sebabnya, Melanie menyarankan Anda untuk mencoba beberapa tips berikut ini:
1. Kalau Anda merasa si kecil cukup tidur tapi bangun terlalu pagi, geser waktu tidurnya menjadi lebih malam. Tapi, lakukanlah secara bertahap. Misalnya geser 15 menit dari jam tidurnya, setiap dua atau tiga hari.
ADVERTISEMENT
2. Atur kembali waktu tidur siangnya. Bisa jadi, sudah waktunya Anda mengubah kebiasaan balita tidur siang sebanyak dua kali menjadi satu kali saja dalam sehari. Atau secara perlahan, kurangi atau geser juga waktu tidur siangnya ini.
3. Pastikan kamar tidur anak juga mendukung. Anda bisa mengganti tirai jendelanya agar bisa menahan cahaya, atau memasang musik lembut yang membantu anak tidur lelap lebih lama.
Ilustrasi Balita Tidur Lelap (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Balita Tidur Lelap (Foto: Shutterstock)
4. Cek juga apakah balita Anda bangun terlalu pagi akibat popok yang dipakainya sudah penuh. Bila ya, ganti popoknya dengan popok khusus balita atau popok yang memang dirancang untuk tidur malam. Anda juga bisa mencoba mengurangi jumlah air atau susu yang diminum anak sebelum tidur untuk menyiasati hal ini.
ADVERTISEMENT
5. Bila anak tampak lapar saat terbangun di pagi hari, coba berikan anak camilan yang mengandung protein tinggi di malam hari. Misalnya yoghurt atau roti dengan selai kacang. Tapi jangan lupa sikat giginya sebelum tidur ya, Moms. Ini penting agar kesehatan gigi balita Anda tetap terjaga.