Kumparan Logo

6 Dampak Buruk bila Anak Terlalu Sering Main Video Game

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi bermain video game (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi bermain video game (Foto: thinkstock)

Tua, muda, dan anak-anak suka bermain, karena memang menyenangkan dan mampu memacu adrenalin. Apalagi buat si kecil yang memang dunianya adalah bermain. Tapi apa jadinya bila anak sampai lupa waktu dan terlalu lama terpapar layar, Moms?

Memang, bermain video game punya dampak positif, seperti anak jadi bisa belajar menyelesaikan masalah, melatih otak untuk berpikir cepat dan kreatif, dan sebagainya. Namun, pastikan jangan sampai itu berlebihan, terutama pada keadaan sekarang, masih dalam suasana libur panjang sekolah.

Jangan biarkan si kecil hanya duduk di rumah, sambil terus-terusan main video game, Moms. Lantas, apa saja dampak buruk itu? Berikut ulasannya:

1. Kesehatan Mata Terganggu

Menatap layar komputer atau gadget terlalu lama saat bermain game, membuat kesehatan mata anak jadi menurun. Mulai dari penglihatan terganggu, minus yang bertambah, mata jadi lelah sampai kerusakan pada saraf mata.

2. Gangguan Motorik

ilustrasi bermain video game (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi bermain video game (Foto: thinkstock)

Saking seringnya bermain game, anak akan cenderung banyak menghabiskan waktu hanya duduk sepanjang hari di depan komputer atau tiduran sambil bermain video game. Akibatnya, kemampuan motorik anak terhambat dan ia keterampilannya berisiko lebih lamban dari anak seusianya.

3. Kecanduan Bermain Game

Karena game jenis ini terlalu menyenangkan buat anak, maka ia bisa jadi kecanduan karenanya. Lebih lanjut, anak yang sudah kecanduan, ia berisiko mengalami insomnia, terisolasi dengan lingkungan sosial dan berisiko depresi.

4. Prestasi Akademik Menurun

Ilustrasi nilai menurun. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nilai menurun. (Foto: Thinkstock)

Ini merupakan dampak lanjutan dari kecanduan bermain video game, Moms. Saat anak insomnia, terisolasi atau terasing dari lingkungan sosial, dan berisiko depresi, kondisi tersebut bisa mengganggu daya konsentrasi anak di sekolah. Imbasnya, prestasi akademik anak bisa menurun.

5. Mencetus Anak Berprilaku Agresi

Menurut sebuah studi, video game bermuatan kekerasan dapat meningkatnya perilaku agresi atau perilaku buruk untuk merusak dan menyakiti barang sekitar dan orang lain.

6. Ambeien

ilustrasi bermain video game (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi bermain video game (Foto: thinkstock)

Baik itu orang dewasa maupun anak kecil, jika mereka duduk dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar anus banyak terisi darah. Akibatnya, terjadi benjolan di dalam anus, sehingga tidak akan terasa nyaman buat anak.

Untuk itu, sebaiknya terapkan aturan batasan waktu bermain video game pada anak, Moms. Menurut ahli dari Oxford University, Inggris, waktu yang bisa diterapkan untuk anak bermain video game adalah satu jam setiap harinya.