6 Komplikasi Preeklamsia Setelah Melahirkan

29 Juli 2022 8:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Preeklampsia pada ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Preeklampsia pada ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Selain pada masa kehamilan, preeklamsia juga bisa terjadi setelah melahirkan. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang disertai dengan adanya protein di dalam urine.
ADVERTISEMENT
Preeklamsia setelah melahirkan atau postpartum preeclampsia umumnya dipicu oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, dalam beberapa kasus, preeklamsia juga bisa disebabkan oleh preeklamsia saat hamil, faktor genetik, kegemukan, dan diabetes.
Ilustrasi preeklamsia saat hamil. Foto: Shutter Stock
Mengutip Mom Junction, gejala preeklamsia setelah melahirkan mirip seperti preeklamsia selama kehamilan, yaitu tekanan darah di atas 140/90 mmHg, sakit kepala sedang hingga berat, mual, muntah, penglihatan menjadi kabur, dan penambahan berat badan yang sulit dikontrol.
Selain beberapa gejala di atas, preeklamsia setelah melahirkan juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi. Apa saja?

Macam-macam Komplikasi Preeklamsia Setelah Melahirkan

Stroke Foto: Thinkstock
1. Postpartum Eclampsia
Postpartum eclampsia atau eklamsia setelah melahirkan umumnya ditandai dengan kejang, sakit kepala berat, dan penglihatan buram. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka dapat menyebabkan perdarahan intraserebral atau perdarahan di dalam otak, hingga menyebabkan kematian.
ADVERTISEMENT
2. Edema paru
Preeklamsia setelah melahirkan juga dapat menyebabkan edema paru. Ya Moms, edema paru adalah adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru, sehingga dapat menyebabkan sesak napas, batuk berdarah, gangguan kecemasan, dan gangguan berbicara.
Ilustrasi ibu hamil cemas. Foto: Shutter Stock
3. Stroke
Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, preeklamsia setelah melahirkan juga dapat menyebabkan stroke atau terdapat gumpalan dan pendarahan di otak. Tentunya kondisi itu bisa menyebabkan komplikasi lain seperti cacat, kerusakan fungsi otak, hingga kematian.
4. Tromboemboli
Tromboemboli bisa disebabkan oleh dua kondisi berbeda. Pertama, disebabkan trombosis vena dalam atau pembekuan darah di vena dalam paha, panggul, dan tungkai bawah. Kedua, disebabkan gangguan pada emboli paru atau pecahnya bekuan darah yang mencapai paru-paru. Kedua kondisi itu dapat menyumbat pembuluh darah di paru-paru, ginjal, kaki, atau otak.
ADVERTISEMENT
5. Sindrom HELLP
Sindrom HELLP (Hemolisis, Peningkatan Enzim Hati, Jumlah Trombosit Rendah) termasuk dalam deretan komplikasi postpartum preeclampsia. Umumnya, gangguan ini terjadi pada ibu hamil dengan preeklamsia dan berlanjut hingga melahirkan.
6. Kerusakan organ tubuh
Preeklamsia postpartum juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, hati, dan ginjal.