kumparan
17 September 2019 13:53

7 Cara Melindungi Keluarga dari Bahaya Kabut Asap

Ilustrasi Keluarga Menggunakan Masker
Ilustrasi keluarga menggunakan masker. Foto: Shutter Stock
Moms, lindungi keluarga Anda dari paparan kabut asap, terutama bila Anda tinggal di daerah yang terpapar asap akibat karhutla. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mencatat, provinsi yang telah menetapkan status siaga darurat karhutla adalah Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimatan Barat, Kalimatan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
ADVERTISEMENT
Adapun dampak menghirup udara yang terpapar kabut asap sangatlah berbahaya bagi kesehatan Anda dan keluarga. Kementerian Kesehatan dalam laman resminya menjelaskan, masalah kesehatan yang bisa timbul itu seperti asma, infeksi saluran pernapasan atas (ispa), dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Kebakaran Hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kabut Asap
Warga menggunakan masker saat berada di objek wisata bantaran Sungai Kahayan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Rendhik Andika
Untuk mencegahnya, Kementrian Kesehatan menyarankan Anda dan keluarga untuk melakukan beberapa hal di bawah ini. Apa saja?
Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Moms, sebaiknya hindari atau kurangi beraktivitas di luar rumah atau gedung bila tidak diperlukan. Terlebih bila salah satu dari anggota keluarga Anda punya riwayat penyakit jantung dan gangguan pernapasan.
Gunakan Masker
Masker N95
Masker N95. Foto: 3M
Jika memang harus bepergian atau beraktivitas di luar rumah atau gedung, selalu gunakan masker yang benar, Moms. dr. Tan Shot Yen menyarankan sebaiknya menggunakan masker N95. Bukan masker rumah sakit, bukan juga masker yang terbuat dari bahan katun yang biasanya sering digunakan oleh pemotor.
ADVERTISEMENT
Minum Air Putih
Air 2
Rutin minum air putih agar tidak dehidrasi dan urine berwarna bening. Foto: Thinkstock
Konsumsi air putih lebih banyak dan lebih sering daripada biasanya, Moms. Bila Anda mengkonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari, maka sebaiknya tingkatkan jumlah itu misalnya menjadi 10 atau 11 gelas per hari. Tujuannya untuk membuat racun-racun yang terdapat dalam tubuh melalui urine atau keringat.
Biasakan Hidup Bersih dan Sehat
Ilustrasi Olahraga
Ilustrasi olahraga bersepeda. Foto: Shutter Stock
Selalu lakukan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS seperti makan bergizi, jangan merokok, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
Usahakan Polusi Tidak Masuk ke Ruang Tertutup
Ilustrasi Air Purifier
Ilustrasi Air Purifier. Foto: Shutter Stock
Moms, upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah dan ruang tertutup lainnya dengan cara menutup pintu-pintu dan jendela-jendela rumah bila kualitas udara terlihat buruk. dr. Tan Shot Yen menyarankan Anda agar mulai menabung untuk beli air purifier dengan kualitas terbaik yang memiliki HEPA atau high efficiency particulate air.
ADVERTISEMENT
Air purifier sebaiknya digunakan malam hari menjelang Anda tidur agar kualitas udara yang dihirup selagi tidur mempengaruhi kerja tubuh, Moms.
Cuci Buah dan Sayur
Buah dan sayur bisa mengurangi jumlah keringat
Buah dan sayur Foto: pixabay
Sayuran dan buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi, begitu pula dengan bahan makanan dan minuman perlu dimasak dengan baik.
Konsultasi ke Dokter
Ilustrasi Pemeriksaan Dokter
Ilustrasi Memeriksaan Diri ke Dokter Foto: Pixabay
Bila keluarga Anda memiliki riwayat penyakit gangguan paru dan jantung sebelumnya, berkonsultasilah kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan