Kumparan Logo

7 Keluhan Fisik yang Dialami Ibu Usai Melahirkan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui nyeri punggung. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui nyeri punggung. Foto: Shutter Stock

Mengurus bayi baru lahir menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa orang tua, terutama pada ibu. Selain memenuhi semua kebutuhan bayi, ibu juga perlu memperhatikan kondisi tubuhnya usai melahirkan. Bahkan, ada beberapa keluhan yang umum dirasakan ibu usai melahirkan, mulai dari segi fisik maupun psikis.

Jika berbicara soal psikis ibu setelah melahirkan, Anda tentu tak asing dengan istilah depresi postpartum. Ya Moms, depresi postpartum merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang bisa dialami ibu usai melahirkan. Sebagian besar kondisi ini dapat menyebabkan stres dan cemas berlebih pada ibu, Moms.

Sementara itu, Mom Junction melansir, keluhan yang terjadi pada fisik ibu bisa disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu. Namun Anda tak perlu khawatir, sebab beberapa di antaranya tidak memerlukan perawatan khusus dari dokter atau bisa sembuh dengan sendirinya.

Apa Saja Keluhan Fisik yang Dialami Ibu Setelah Melahirkan?

Ilustrasi sakit perut usai melahirkan. Foto: Shutterstock

1. Nyeri punggung

Nyeri punggung setelah melahirkan adalah kondisi yang paling umum terjadi. Hal ini disebabkan karena menyusutnya otot-otot punggung yang sebelumnya meregang selama kehamilan. Selain itu, kelebihan berat badan atau kurang bergerak juga dapat menyebabkan nyeri punggung, Moms.

2. Nyeri perut bagian atas dan bawah

Nyeri perut bagian bawah setelah melahirkan bisa disebabkan oleh kontraksi rahim yang berkelanjutan. Terkadang, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi, radang usus buntu, kista ovarium, atau pecahnya kista dalam tubuh. Sedangkan nyeri perut bagian atas biasanya disebabkan karena infeksi dan peradangan usus setelah melahirkan.

3. Nyeri panggul

Nyeri panggul setelah melahirkan disebabkan oleh robekan pada jaringan dan otot panggul selama persalinan. Ya Moms, selama kehamilan, hormon akan merangsang tulang panggul untuk mengembang dan berkontraksi untuk membantu persalinan. Tak hanya itu, nyeri panggul juga dapat dikaitkan dengan kesulitan buang air kecil, nyeri saat buang air besar, dan melakukan hubungan seksual setelah melahirkan.

4. Kram kaki

Kram kaki sering terjadi karena perubahan berat badan setelah melahirkan. Selain itu, perubahan hormon setelah melahirkan juga dapat mengendurkan sendi dan ligamen kaki yang memicu kram kaki. Jika disertai dengan rasa nyeri, biasanya hal ini disebabkan karena cairan infus berlebih saat persalinan, terlalu lama duduk saat menyusui, kurang tidur, dan kurangnya kadar magnesium dalam tubuh.

Ilustrasi kaki bengkak setelah melahirkan. Foto: Getty Images

5. Sakit perut setelah makan

Sakit perut setelah makan sering terjadi akibat peradangan pada lambung atau sistem pencernaan yang buruk. Ya Moms, kemungkinan Anda akan mengalami gangguan pencernaan karena adanya gas berlebih di dalam perut yang bertahan hingga enam bulan setelah melahirkan.

6. Nyeri payudara

Pada minggu pertama setelah melahirkan, payudara Anda akan terasa lebih besar karena sudah memproduksi cairan ASI pertama yang disebut sebagai kolostrum. Terkadang hal ini juga dapat menyebabkan nyeri payudara dan akan hilang dalam waktu beberapa hari. Namun, jika kondisi ini terus berlanjut, segera periksa ke dokter untuk mencegah Anda mengalami mastitis.

7. Nyeri paha

Ligamen di daerah panggul akan meregang selama melahirkan, sehingga rasa nyeri bisa meluas ke daerah paha. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh proses mengejan selama persalinan sehingga membuat otot-otot kelelahan.

kumparan post embed