kumparan
9 Desember 2019 10:11

8 Cara Stimulasi Kecerdasan Majemuk Anak Balita

PTR, Ilustrasi balita bicara
Ilustrasi balita bicara. Foto: Shutter Stock
Kecerdasan pada tiap anak yang paling menonjol bisa berbeda-beda jenisnya, Moms. Dr Howard Gardner, profesor bidang pendidikan di Harvard University, AS, mengemukakan sebuah teori bernama Teori Kecerdasan Majemuk (multiple intelligences).
ADVERTISEMENT
Adapun di antaranya ada kecerdasan berbahasa (linguistik), logika, interpersonal, intrapersonal, kinetik, musikal, naturalis, dan spasial. Ada anak yang bisa punya delapan jenis kecerdasan tersebut, atau menonjol beberapa di antaranya.
Sebagai orang tua, Anda dapat mengoptimalkan potensi dalam diri anak sejak dini.
balita
Ilustrasi balita cerdas Foto: Shutterstock
Caranya dengan memberikan stimulasi secara rutin, Moms. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima anak, maka semakin kuat hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi kecerdasan majemuk si kecil kemudian hari. Demikian disarankan DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
"Harus dilakukan perangsangan setiap hari pada semua sistem indera; pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan, gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran dengan suasana bermain serta kasih sayang," katanya.
ADVERTISEMENT
Nah, cara di bawah ini bisa Anda praktikkan di rumah:
1. Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal, ajaklah balita bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, dan menyanyikan lagu anak-anak.
2. Latih kecerdasan logika-matematikanya dengan cara mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, halma, congklak, sempoa, catur, kartu, teka-teki, puzzle, monopoli, dan lain-lain.
pelajar, sekolah ramah anak, permainan tradisional, congklak
Sejumlah siswa bermain congklak. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
3. Kembangkan kecerdasan visual-spasial balita dengan mengamati gambar, foto, merangkai dan membongkar lego, menggunting, melipat, menggambar, halma, puzzle, dan bermain rumah-rumahan.
4. Latih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, dan menari.
5. Kemudian cara merangsang kecerdasan musikal, yakni dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.
Ilustrasi, Anak, Bermain Musik
Ilustrasi anak bermain alat musik. Foto: Pixabay
6. Bagaimana dengan melatih kecerdasan emosi interpersonal? Yaitu dengan cara membiasakannya bermain bersama anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerja sama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama melalui buku.
ADVERTISEMENT
7. Sementara melatih kecerdasan emosi interpersonal balita yani dengan cara menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, dan mengarang cerita, Moms.
8. Terakhir cara merangsang kecerdasan naturalis atau agar anak cinta alam, yakni dengan menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengamati langit, awan, bulan, dan bintang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan