Kumparan Logo

9 Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi. Foto: ABWitzPix089/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi. Foto: ABWitzPix089/Shutterstock

Melihat bayi tumbuh sehat dan sempurna adalah keinginan para orang tua. Apalagi bila bayi mulai menunjukkan kemampuannya seperti tertawa, merangkak, dan bisa melambaikan tangan. Ya Moms, rasanya tentu bangga melihat perkembangan si kecil.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua mengetahui tahapan perkembangan normal bayi usia 0 sampai 12 bulan. Tujuannya agar orang tua tahu apakah si kecil tumbuh sesuai usianya atau tidak.

Nah Moms, apa saja yang bisa bayi lakukan di usia 0 sampai 12 bulan? Berikut rangkumannya seperti dikutip dari webMD.

kumparan post embed

9 Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan

1. Tersenyum

Satu bulan pertama kehidupan bayi, biasanya mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk tidur sepanjang hari. Bayi baru lahir direkomendasikan untuk tidur selama 14 hingga 17 jam per hari. Tetapi Moms, Anda tak perlu khawatir. Sebab, lambat laun jadwalnya akan mulai berkembang.

Ilustrasi bayi tersenyum. Foto: Instagram/@monaratuliu dan @zaskiadyamecca

2. Tertawa

Bila ingin mengetahui ciri khas senyum si kecil, Anda bisa melihatnya di usia 2 bulan. Ya Moms, di usia 2 hingga 3 bulan bayi mulai bisa menanggapi respons orang di sekitarnya dengan tersenyum.

3. Jadwal tidur mulai teratur

Usia 0 sampai 3 bulan, biasanya jam tidur bayi belum teratur. Atau, bisa juga pola tidurnya terbalik. Misalnya, sering terbangun di malam hari, dan tertidur sepanjang hari. Namun tenang, pola tidur semacam itu tidak selamanya terjadi kok, Moms. Memasuki usia 4 bulan, pola tidur bayi mulai teratur, atau mengikuti orang dewasa seperti mulai bisa tidur sepanjang malam.

4. Belajar duduk

Bayi mulai bisa belajar duduk di usia 5 sampai 6 bulan. Namun, sebaiknya gunakan bantal atau dipan tempat tidur sebagai penyangga. Sebab, bayi butuh belajar atau menyesuaikan keseimbangannya hingga usia 7 bulan bisa duduk sendiri.

Ilustrasi ibu dan bayi yang sedang belajar duduk. Foto: Shutter Stock

5. Merangkak

Saat bayi memasuki usia 8 bulan, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak tenaga. Ya Moms, bayi berusia 8 bulan mulai bisa merangkak untuk meraih apa yang diinginkan. Oleh karena itu, bayi butuh pengawasan ekstra supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti memegang benda tajam.

6. Melambaikan tangan

Melambaikan tangan adalah bagian dari keterampilan komunikasi non-verbal bayi. Selain itu, melambaikan tangan merupakan salah satu bentuk respons bayi saat belum bisa berbicara. Tonggak perkembangan ini mulai bisa dilakukan saat bayi berusia 9 bulan.

7. Berjalan

Salah satu tonggak perkembangan bayi yang dinantikan adalah berjalan. Tak sedikit juga orang tua memberi hadiah dan mengabadikan momen saat si kecil mulai berjalan. Biasanya, bayi bisa mulai berjalan sekitar usia 9 hingga 17 bulan.

Ilustrasi bayi belajar berjalan. Foto: Shutterstock

8. Berdiri

Pada usia 12 bulan, bayi bisa mulai belajar berdiri tanpa penyangga. Kemudian, si kecil juga mulai mengambil langkah kecil sambil berpegangan pada orang atau benda sekitarnya.

9. Berbicara

Jika si kecil mulai mengeluarkan suara “Mama”, “dada”, artinya ia hampir menginjak usia 1 tahun. Ya Moms, sebagian besar bayi bisa mengucapkan satu sampai dua kata saat usia tahun. Selain itu, pada usia tersebut bayi juga mulai bisa memberi respons dengan menggelengkan kepala atau mengangguk.