Ahli: Anak Menstruasi Sebelum 10 Tahun Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara
·waktu baca 3 menit

Kanker payudara masih menjadi momok menakutkan bagi kaum wanita. Pasalnya, penyakit ini termasuk penyebab kematian wanita tertinggi di dunia dan kasusnya pun paling banyak dari jenis kanker lainnya.
Menurut Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus.
Ya Moms, kanker payudara memang lebih sering ditemukan pada wanita dewasa. Namun ternyata anak-anak juga bisa mengalaminya, lho!
Penyebab Kanker Payudara pada Wanita
Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI), dr. M. Yadi Permana, SpB(K)Onk, menjelaskan ada begitu banyak penyebab kanker payudara, dan beberapa faktor risiko tersebut bisa diidentifikasi secara nyata. Mulai dari yang tertinggi adalah faktor keturunan dan pola makan tidak sehat.
“Kalau bicara faktor genetik itu jelas ada hubungan, karena ini kan kelainan gen yang jelas bermutasi. Indikasinya pada wanita yang secara umum silsilahnya bibi, ibu, atau neneknya, ada yang sakit kanker,” ujar dr. Yadi dalam acara media briefing virtual IDI dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Kamis (2/2).
Selain itu, dr. Yadi juga menerangkan bahwa anak perempuan yang mengalami pubertas dini juga lebih berisiko terkena kanker payudara di masa depan.
“Untuk kanker payudara apabila menstruasi pada usia di bawah 10 tahun, menopause di bawah usia 55 tahun, pemakaian KB hormonal lebih dari 10 tahun itu juga bisa meningkatkan faktor risiko kanker payudara,” lanjut dr. Yadi.
Risiko pengangkatan payudara dan perawatan dengan kemoterapi juga menjadi kekhawatiran tersendiri selain risiko kematian. Namun menurut dr. Yadi, tidak semua kasus kanker payudara membutuhkan penanganan tersebut. Semuanya tergantung pada sub tipe dan tingkat keparahannya.
Oleh karenanya, ahli juga mengimbau agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup sehat, salah satunya melalui konsumsi makanan untuk menurunkan faktor risiko kanker.
Makanan yang Baik untuk Cegah Kanker
Moms, hingga saat ini kasus kanker pada anak-anak yang paling banyak muncul adalah leukimia atau kanker darah. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan genetik dan kromosom, serta bisa juga dipicu oleh makanan yang tinggi pengawet dan pengaruh radiasi.
Makanan sehat seperti buah-buahan dan sayur segar bisa jadi pilihan menu sehat untuk menurunkan faktor risiko kanker payudara. Salah satunya yang bisa Anda coba adalah kedelai.
“Penelitian pada ras Asia di Amerika menunjukkan konsumsi kedelai dalam jumlah tertentu bisa menurunkan risiko kanker payudara, tapi alihkan (pikirkan) bagaimana mengolahnya dengan baik,” kata dr. Yadi.
Misalnya dengan menghindari mengolah kedelai dengan dibakar, karena arang yang digunakan bisa memicu zat karsinogenik, salah satu penyebab kanker. Kendati demikian, penyakit kanker memang hal yang sangat kompleks, namun jika kita mengkonsumsi makanan sesuai porsinya, tentu tidak akan berisiko, Moms.
