Kumparan Logo

Amandel Anak Bengkak, Haruskah Dioperasi?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sakit amandel. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sakit amandel. Foto: Shutter Stock

Radang amandel menjadi salah satu penyakit yang kerap menimpa anak. Adapun amandel atau tonsil merupakan sepasang kelenjar kecil yang ada di dalam mulut anak dan letaknya di atas lidah.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Darmawan Budi Setyanto,Sp.A(K) menuliskan bahwa jika seorang anak sedang mengalami selesma —radang saluran napas atas— maka amandelnya tentu ikut meradang. Lalu apabila radangnya sudah mereda maka amandel juga akan kembali normal.

“Suatu organ jika sedang meradang maka akan tampak merah, nyeri dan bengkak sehingga tampak lebih membesar. Dan hal itu bersifat sementara,” tulisnya.

Biasanya, seorang anak dapat mengalami selesma hingga 6 kali pertahun. Jadi, bila setiap 2-3 bulan anak mengalami salesma maka tergolong masih wajar dan normal, Moms.

Ilustrasi anak sakit amandel. Foto: Shutter Stock

Lantas, seperti apa tanda-tanda amandel meradang? The American Academy of Pediatrics (AAP) melalui laman Healthy Children menjelaskan beberapa ciri amandel meradang, seperti: amandel merah dan bengkak, munculnya lapisan putih atau kuning di atas amandel, suara serak, rasa sakit pada tenggorokan, kelenjar getah bening yang membengkak di leher dan demam. Kemudian bisa juga ditandai dengan nyeri saat menelan sehingga membuat anak tidak mau makan atau minum.

Lalu, kasus seperti apa yang membuat amandel harus dioperasi? Menurut I.G.A.N Ayu Partiwi, SpA, MARS dalam lamannya, memang tidak semua amandel yang meradang perlu dioperasi. Amandel juga merupakan bagian dari sistem imun yang berfungsi untuk melindungi tubuh terutama paru-paru dan saluran pencernaan dari kuman yang berbahaya.

Maka dari itu, ada persyaratan tertentu bila amandel harus dioperasi. IDAI juga menulis bahwa ukuran amandel anak yang membesar bukan menjadi alasan utama. Sebaliknya, ada banyak sekali pertimbangan bila amandel anak sampai harus dioperasi, namun dua alasan tersering dan terpenting adalah:

Ilustrasi anak sakit amandel. Foto: Shutter Stock

1. Bila amandel menimbulkan gangguan napas saat tidur yakni Obstructive Sleep Apnea Syndrome atau OSAS. Pasien diduga mengalami OSAS bila saat tidur sering mendengkur dan terjadi lebih dari 3 hari dalam seminggu.

Biasanya ada gejala henti napas saat tidur serta diikuti dengan gelagapan, seperti hendak terbangun namun kemudian anak tidur lagi. Gejala lainnya adalah mengantuk berat di siang hari dan gangguan prestasi belajar anak di sekolah. Tapi untuk memastikan adanya diagnosis OSAS, anak perlu melakukan pemeriksaan khusus yang disebut polisomnografi (PSG).

2. Apabila amandel dan tenggorokan sering mengalami radang khusus akibat kuman streptokokus yang berulang terjadi. Namun radang ini harus dibedakan dengan selesma atau common cold ya, Moms.

Adapun radang amandel karena kuman streptokokus ini gejalanya lebih berat, ditandai dengan demam tinggi dengan nyeri tenggorokan berat, dan amandel terlihat sangat merah (cherry red) dan di permukaan amandel terlihat bercak-bercak putih. Hal ini sering terjadi hingga 7 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir, atau 5 kali pertahun dalam dua tahun berturut, atau 3 kali pertahun dalam 3 tahun berturut.

Ilustrasi anak sakit amandel. Foto: Shutter Stock

Jadi Moms, untuk melakukan operasi amandel diperlukan alasan yang kuat. Bukan hanya karena ukuran amandel yang besar tanpa gangguan fungsi. Batuk pilek biasa (common cold) atau selesma walau terjadi berulang, juga bukan menjadi alasan untuk operasi.

dr. Tiwi juga menuliskan bila radang amandel umumnya disebabkan oleh virus dan termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri (self limiting disease). Untuk itu Anda juga bisa merawat si kecil bila anak mengalami radang amandel dengan:

- Berikan anak minum cukup banyak, terutama air hangat.

- Berikan obat penurun panas yang biasa diresepkan dokter. Umumnya yang mengandung parasetamol.

- Biarkan si kecil beristirahat dan jangan terlalu lelah.