Pentingnya Keterlibatan Orang Tua dalam Mengasuh dan Mendidik Anak

Pendidikan bukan cuma urusan guru dan anak di sekolah . Idealnya, semua orang harus memahami hal ini. Ya Moms, pendidikan adalah tanggungjawab kita semua, sehingga agar dapat berjalan baik dibutuhkan usaha bersama pula.
Itulah kenapa, Semua Murid Semua Guru bersama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Konferensi Pendidikan Indonesia akhir pekan ( 30 November - 1 Desember 2019) lalu. Konferensi ini menjadi wadah bagi semua pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia untuk bertemu.
Di sini, para aktor pendidikan dapat bertukar wawasan serta gagasan mengenai gerakan dan inisiatif pendidikan melalui paparan dan diskusi visi pendidikan, berbagai strategi dalam mencapai visi, serta praktik-praktik baik yang seluruhnya diharapkan mendorong terjadinya integrasi, kolaborasi maupun peningkatan inovasi bagi perubahan pendidikan.
Orang tua juga aktor pendidikan lho, Moms! Karenanya di konferensi ini juga terdapat klaster kerja Pendidikan Keluarga, Homeschooling dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dengan dua sesi yang dapat diikuti.
Sesi pertama yaitu sesi Integrasi yang menyoroti pendidikan keluarga adalah pendidikan pertama dan utama bagi anak. Setiap anggota keluarga berperan dan berkontribusi dalam menciptakan interaksi yang menyenangkan dan bermakna.
Tak hanya itu, mencegah masalah sejak usia dini sebelum sekolah jauh lebih efektif dan efisien dibanding memperbaiki masalah setelah anak putus sekolah, remaja melakukan kejahatan dan orang dewasa tidak mendapat kerja.
Dalam sesi ini hadir sebagai penyaji Reynaldo Djajasaputra dari Aiva App, Siti Nur Andini dari Keluarga Kita dan Yanti Sriyulianti dari KerLip. Sementara sebagai panelis penanggap ada Dr.Sukiman, M.Pd, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemdikbud, Arnina Puspitasari dari Nutrifood dan Prameshwari Sugiri, Pemimpin Redaksi kumparanMOM.
Sukiman menyebut, keterlibatan orang tua dalam mendidik anak memang sangat dibutuhkan karena orang tua menjadi sosok yang paling berpengaruh dan berkepentingan atas hasil tumbuh kembang anak.
"Keluargalah merupakan pihak yang paling berkepentingan terhadap hasil pendidikan anak dan interaksi sehari-hari apalagi di usia dini," tegasnya di Kemendikbud, Sabtu (30/11).
Sementara Prameshwari yang biasa disapa dengan Imesh berpendapat, yang tak kalah penting dalam pendidikan keluarga adalah bagaimana membuat orang tua merasa mampu. Pasalnya, mungkin saja orang tua tahu bahwa keterlibatannya dalam pendidikan anak sangat penting namun tidak paham caranya dan tidak percaya diri untuk melakukannya.
"Misalnya mendampingi anak belajar, ibu tahu anak perlu didampingi, tapi bagaimana sih, cara mendampingi anak belajar? Ini sangat penting dan perlu jadi PR kita juga bila membahas pendidikan keluarga."
Lebih lanjut, Imesh menambahkan, menjadi orang tua atau ibu merupakan proses. Dalam proses ini, ibu juga perlu mengenali dirinya sendiri, perlu belajar, perlu ruang untuk berkembang.
"Bagaimana ibu bisa mendampingi anak belajar kalau dia sendiri sebagai orang tua juga belum punya kesadaran, kemauan dan kesempatan untuk terus belajar?" katanya.
Pada sesi kedua yang disebut sesi kolaborasi, hadir beberapa penyaji dan panelis penanggap lainnya. Di sesi ini, apa-apa yang telah dibahas pada sesi integrasi dirumuskan untuk menjadi rencana pergerakan yang akan dijalankan bersama-sama.
Bila Anda tak hadir, semoga tetap bisa terinspirasi dari konferensi ya, Moms. Teruslah semangat dan jangan pernah lelah menjadi aktor pendidikan bagi negeri ini. Terutama mulai dengan keterlibatan dalam mengasuh dan mendidik anak-anak sendiri.
