Kumparan Logo

Anak Kecewa karena Natal Tahun Ini Berbeda? Ini Tips dari Ahli untuk Orang Tua

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak lalui Natal di tengah pandemi Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak lalui Natal di tengah pandemi Foto: Shutter Stock

Karena pandemi belum berlalu, Natal tahun ini akan berbeda bagi kita semua. Ya Moms, karena virus Corona, banyak yang kehilangan pekerjaan, kurang pendapatan atau terpisah dengan orang-orang tercinta. Berbagai tradisi Natal keluarga pun mungkin tidak bisa dilakukan.

Konsultan pengasuhan dan perilaku anak asal Kanada, Sylvia Corzato, mengatakan kondisi inilah yang dapat membuat anak merasa kecewa atau tertekan.

"Wajar bila anak merasa kecewa pada Natal ini, dan justru di sini lah orang tua perlu menjelaskan ke anak bahwa merasa kecewa itu tidak apa-apa. It's okay!" ujar Sylvia seperti dikutip dari CTV News Ottawa.

kumparan post embed

Ia lebih lanjut menjelaskan, kita tidak dapat mencegah anak merasa kecewa. Menurutnya, kita perlu memahami bahwa kekecewaan adalah hal yang alami sehingga yang penting adalah bagaimana kita memahami dan menyikapinya.

Lantas, apa tips memahami dan menyikapi kekecewaan anak saat harus lalui Natal di tengah pandemi?

1.Ubah Perspektif tentang Natal di Tengah Pandemi

Tips Sikapi Kekecewaan Anak saat Lalui Natal di Tengah Pandemi Foto: Shutterstock

Hal pertama yang disarankan oleh Sylvia adalah mengubah perspektif atau melihat kondisi Natal di tengah pandemi dari perspektif yang berbeda.

kumparan post embed

"Saat menyebut 'Natal tahun ini berbeda,' kita kerap melihatnya dari sudut pandang negatif penuh keprihatinan. Padahal kita bisa mengubahnya menjadi positif. Jadi seperti, 'Wah asyik, berarti Natal tahun ini akan banyak hal baru yang bisa kita lakukan,'" kata Sylvia.

Begitu juga bila tahun ini anak kehilangan acara Natal favoritnya. Misalnya bila tidak bisa berkumpul dengan para sepupu di rumah Nenek untuk menghindari klaster keluarga, katakan, "Karena tahun ini kita enggak ke rumah Nenek, kita bisa bikin acara seru sendiri di rumah, nih!"

"Jadi fokuslah pada hal positif!" tegas Sylvia.

2.Tanyakan Harapan Anak

Ilustrasi anak menikmati momen Natal Foto: Shutterstock

Saat anak tampak kecewa, sedih, marah atau uring-uringan, seringkali orang tua merasa sudah paham penyebabnya. Padahal menurut Sylvia, kita tetap perlu bertanya pada anak, Moms. Dengan bertanya, kita akan bisa memahami apa yang sebenarnya membuat anak kecewa dan mungkin bisa menemukan solusinya.

Misalnya saat kita mengira anak sedih karena tidak bisa bertemu dengan sepupunya. Bisa saja, sebenarnya ia 'hanya' sedih karena mengira batalnya pertemuan membuatnya tidak bisa memberi sang sepupu hadiah atau gambar yang sudah ia buat. Solusinya? Jelaskan pada anak kalau ia tetap dapat mengirimkan hadiah pada sepupunya dan Anda akan membantunya.

kumparan post embed

Atau saat anak sedih mengetahui Natal tahun ini keluarga Anda memilih tidak pergi ke gereja. Tanyakan, "Apa yang paling kamu sukai atau harapkan kalau kita ke gereja saat Natal?"

Bisa saja, si kecil menjawab, "Di gereja aku bisa dapat coklat dan ketemu Sinterklas!" Nah, tentu Anda bisa menyiapkan coklat di rumah dan membantu anak menghubungi Sinterklas lewat video call, kan? Semudah itu!

3.Jelaskan yang Bisa dan Tidak Bisa Lakukan

Ilustrasi keluarga membuat kue natal Foto: Shutterstock

Setelah mengidentifikasi apa yang jadi harapan anak, orang tua dapat mendiskusikan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan agar keluarga tetap aman selama melalui Natal di tengah pandemi.

"Jangan bohongi anak. Yang terbaik adalah mengakui apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan, tetapi dalam format yang positif," Sylvia berpesan.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan memberi anak penjelasan yang jujur kita bisa membantu anak merasa lebih siap, mengurangi kecemasan juga kekecewaannya.

kumparan post embed

Misalnya, "Malam Natal kali ini, kita tidak bisa ke rumah Kakek dan bertemu semua keluarga besar seperti tahun-tahun lalu. Ibu tahu kamu kecewa. Maaf ya, Nak. Sebenarnya ibu juga ingin sekali kita ke sana, tapi sayangnya tidak bisa demi keselamatan kita semua. Tapi tahu enggak, kita akan bikin kue malam ini. Terus, Ayah sudah mengatur supaya kita semua tetap bisa ketemu, ngobrol dan nyanyi-nyanyi dengan semua saudara-saudara pakai Zoom besok pagi. Pasti seru!"

4.Dekati dan Beri Anak Empati

Kado Natal yang banyak bisa membuat anak kewalahan Foto: Shutterstock

Bagaimana bila anak tetap kecewa, sedih atau marah?

"Jangan minta anak mengubah perasaan mereka, sebaliknya membiarkan mereka berbagi apa yang mereka rasakan," Sylvia memberi tips. Dekati, dengarkan anak, dan tunjukkan rasa empati.

"Pastikan anak tahu bahwa kita memahami perasaan mereka dan mereka memiliki kesempatan untuk mengeluarkan semua emosi itu dan mengatasinya," tambah Sylvia.

kumparan post embed

5.Peluk dan Cium

Ingat lah juga untuk memberi anak ciuman dan pelukan. Biarkan anak tahu, bagaimana pun kondisinya dan apa pun yang terjadi, ia sangat dicintai. Jadi jangan biarkan pandemi mengurangi hangatnya kasih dan damai Natal tahun ini.