Anak Punya Tinggi yang Mirip saat Kecil, Kenapa saat Dewasa Bisa Beda Jauh?
·waktu baca 2 menit

Moms, pernah melihat dua anak yang saat kecil memiliki tinggi badan yang hampir sama, tetapi ketika dewasa jadi jauh berbeda?
Ternyata, tinggi badan anak di masa pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik hingga pola hidup sehari-hari. Lalu, faktor apa yang paling berpengaruh terhadap tinggi badan anak?
Penjelasan Dokter soal Tinggi Badan Anak Dipengaruhi Genetik
Dokter Spesialis Anak sekaligus Expert kumparanMOM, dr. Nitish Adnani, Sp.A, menjelaskan, faktor utama yang menentukan tinggi badan anak memang genetik.
"Untuk memprediksi tinggi akhir seorang anak, ada istilah yang kita sebut sebagai genetic potential height. Itu bisa dihitung berdasarkan tinggi badan ayah dan ibu," ujar dr. Nitish pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Artinya, tinggi badan orang tua dapat memberikan gambaran mengenai potensi tinggi badan anak saat dewasa nanti. Namun, genetik bukan satu-satunya faktor yang berperan.
Nutrisi hingga Tidur Juga Berpengaruh
Selain genetik, nutrisi menjadi faktor penting yang mendukung pertumbuhan tinggi badan anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.
"Pastikan ibu hamil maupun bayi mendapatkan nutrisi yang adekuat," kata dr. Nitish.
Tak hanya itu, aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap pertumbuhan anak. Karena itu, orang tua perlu mendorong anak untuk aktif bergerak dan rutin berolahraga sesuai usianya.
Faktor lain yang sering kali terlewat adalah kualitas tidur. Menurut dr. Nitish, anak perlu memiliki waktu tidur yang cukup dan teratur agar hormon pertumbuhan dapat bekerja secara optimal.
Selain memperhatikan berbagai faktor tersebut, orang tua juga dianjurkan untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala melalui grafik pertumbuhan bersama dokter anak. Dengan begitu, jika ada gangguan pertumbuhan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Jadi, meski faktor genetik memiliki peran besar dalam menentukan tinggi badan anak, nutrisi yang optimal, aktivitas fisik yang cukup, dan tidur berkualitas juga tetap menjadi kunci agar anak dapat mencapai potensi tinggi badan terbaiknya.
