Kumparan Logo

Anak yang Sakit Cacar Air Tidak Boleh Makan Telur, Mitos atau Fakta?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak makan telur. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak makan telur. Foto: Shutter Stock

Ketika anak sakit, kita sebagai orang tua mungkin akan merasa panik. Apalagi sakit yang dialaminya menimbulkan rasa yang tak nyaman, misalnya saja cacar air. Walaupun bukan penyakit yang berbahaya, saat anak mengalami cacar air, ia bisa saja rewel seharian karena gatal atau tidak enak badan.

Oleh sebab itu, Anda mesti sigap untuk mengatasi dan merawat si kecil di rumah dengan menyiapkan makanan bergizi. Namun, ada sebagian ibu yang percaya bahwa ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari si kecil agar penyakitnya tidak tambah parah. Salah satunya adalah tidak memakan telur. Tapi, benarkah demikian?

kumparan post embed

Kata Dokter Soa Makan Telur saat Anak Sakit Cacar Air

Anak yang sakit cacar tidak boleh diberikan telur itu ternyata hanya mitos, Moms. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK(K), tidak ada larangan anak dilarang makan telur ketika sakit cacar. Justru sebaliknya, Moms.

"Kata siapa anak sakit cacar tidak boleh makan telur? Tentu saja boleh anak makan telur. Bahkan dianjurkan, karena telur bisa memperkuat sistem imun (anak). Jadi tidak apa-apa. Kecuali kalau dia memang memiliki riwayat alergi, sebaiknya tidak diberikan," kata dr. Ida saat ditemui kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Lantas, makanan apa saja yang harus dihindari ketika anak sakit cacar air? Mengutip Live Strong, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak Anda berikan kepada si kecil, Moms.

Ilustrasi cacar. Foto: Shutterstock

Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Cacar Air

1. Makanan Asam

Cacar yang dialami anak mungkin juga akan menimbulkan rasa sakit di tenggorokan dan mulutnya, sehingga tidak enak ketika menelan. Oleh sebab itu, hindari buah yang mengandung asam tinggi seperti jeruk, mangga, dan lemon. Sebab, hal itu justru akan memperlambat proses penyembuhannya, Moms.

2. Makanan Pedas dan Asin

Hindari makanan yang diberi cabai atau terlalu banyak garam. Misalnya saja, keripik kentang. Daripada memberikan anak makanan asin atau pedas, sebaiknya siapkan saja sop ayam beserta sayur-sayuran segar agar dia lebih baik. Karena kaldu yang terdapat dalam sop ayam bisa memerangi virus dan meningkatkan kekebalan tubuh anak.

3. Makanan yang Mengandung Arigin

Arigin merupakan asam amino atau protein yang bisa membantu replikasi virus dalam tubuh, jadi virus malah semakin berkembang pesat dan sulit diobati. Jadi hindari makanan yang mengandung zat tersebut seperti cokelat, kacang tanah, dan kismis.

Ilustrasi berbagai jenis cokelat Foto: Shutter Stock

4. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Makanan seperti daging, susu full cream justru sebaiknya dihindari karena mengandung tinggi lemak jenuh, Moms. Lemak jenuh bisa meningkatkan inflamasi atau peradangan dalam tubuh sehingga ruam yang dialami anak atau balita Anda semakin parah.

5. Makanan Lemak Trans

Makanan lemak trans seperti sereal, roti, dan kue kering, juga sebaiknya dihindari ketika anak sedang sakit cacar. Sebab, makanan-makanan ini sangat sulit dicerna olehnya, sehingga bisa meningkatkan inflamasi tubuhnya.

Yang paling penting adalah pastikan Anda mencukupi asupan cairannya. Berikan si kecil air minum sesering mungkin. Selain itu, pastikan juga anak balita Anda mengkonsumsi buah dan sayur ya, Moms.

kumparan post embed