Kumparan Logo

Apa Saja yang Perlu Diketahui saat Hamil Pertama Kali

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yang Perlu Diketahui saat Hamil Pertama Kali. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Yang Perlu Diketahui saat Hamil Pertama Kali. Foto: Shutter Stock

Saat pertama kali hamil, banyak wanita yang merasa clueless atau tidak tahu apa-apa tentang kehamilan yang akan ia dijalani. Tenang Moms, ini wajar, kok. Anda punya waktu 9 bulan untuk perlahan-lahan memahaminya.

Tapi ibu hamil sebaiknya memang terus mengumpulkan informasi dan belajar. Ibu juga perlu banyak berdiskusi dengan bidan atau dokter kandungan. Semua tentu untuk kebaikan bayi di dalam kandungan maupun dirinya sendiri.

Nah Moms, untuk membantu Anda, kali ini kumparanMOM merangkum beberapa hal yang perlu ibu ketahui saat hamil pertama kali. Apa saja?

8 Hal Yang Perlu Diketahui saat Hamil Pertama Kali

Yang Perlu Diketahui saat Hamil Pertama Kali. Foto: Shutter Stock

1. Usia kehamilan

Usia kehamilan menjadi hal yang paling ingin diketahui pasangan suami istri yang baru dinyatakan hamil. Mengutip Medline Plus, usia kehamilan dan tanggal jatuh tempo persalinan biasanya ditentukan dari tanggal di hari pertama siklus menstruasi terakhir ibu atau yang disebut dengan HPHT. Persalinan normal akan terjadi di antara usia kehamilan 37 hingga 40 minggu.

kumparan post embed

2. Riwayat kesehatan keluarga

Memahami riwayat kesehatan keluarga termasuk salah satu hal yang paling penting untuk diingat selama kehamilan. Setelah hamil, ada baiknya untuk mendiskusikan kehamilan ibu, nenek atau bibi Anda.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit S (CDC) mengatakan, ini akan membantu ibu hamil mempelajari tentang kemungkinan adanya kelainan genetik atau kelainan kelahiran dalam garis keluarga. Dengan demikian, mereka bisa mengambil tindakan pencegahan sejak dini dari setiap potensi masalah.

Ibu hamil perlu mengunjungi bidan atau dokter kandungan secara rutin. Foto: Shutterstock

3. Perubahan saat kehamilan

Masa kehamilan dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing terdiri dari tiga bulan yang disebut trimester. Dengan melewati setiap tahap, perubahan fisiologis terjadi di tubuh ibu hamil dalam bentuk perubahan hormonal, tekanan darah, pernapasan dan juga metabolisme.

Ibu hamil perlu memantau setiap perubahan sejak awal kehamilan untuk memahami tahap-tahap lainnya.

4. Kunjungan ke dokter

Ibu hamil sebaiknya mengunjungi bidan atau dokter kandungan secara rutin. Ini penting bagi Anda untuk mengunjungi dokter secara teratur. Pemeriksaan prenatal bermanfaat untuk mengetahui dan memantau kesehatan ibu maupun perkembangan bayi di dalam kandungan.

Berbagai perubahan atau keluhan yang ibu hamil rasakan juga dapat didiskusikan saat pemeriksaan dengan bidan atau dokter.

kumparan post embed

5. Pendarahan

Sebagian wanita mengalami pendarahan pada tahap awal kehamilan. Pada kehamilan pertama, ibu kerap bingung membedakan pendarahan dengan menstruasi.

Karena itu perlu dipahami Moms, darah yang keluar akibat pendarahan di awal kehamilan umumnya berwarna coklat atau merah muda, berbeda dengan darah menstruasi yang kerap berwarna merah pekat. Bila mengalami hal ini, segera temui bidan atau dokter.

Ilustrasi berat badan ibu hamil Foto: Shutter Stock

6. Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan merupakan perubahan yang umum terjadi selama kehamilan. Kenaikan berat badan ini biasanya tergantung pada indeks massa tubuh ibu sebelum kehamilan.

Meski ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, itu harus tetap berada di angka yang normal sesuai saran dokter. Bila Anda kelebihan berat badan, maka dokter tentu akan menyarankan untuk diet atau mengurangi konsumsi kalori. Sebab, kenaikan berat badan yang berlebihan juga bisa berisiko pada bayi di dalam kandungan.

kumparan post embed

7. Makanan

Selama kehamilan, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang adalah sebuah keharusan. Sebab, apa pun yang dikonsumsi ibu bukan hanya untuk mendukung kesehatannya saat hamil, tapi juga akan dimakan oleh bayi melalui plasenta.

Selain itu, ibu hamil juga perlu harus menjauhi produk alkohol dan kafein yang berlebihan karena dapat meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur, cacat bawaan dan berat badan rendah pada bayi seperti dikutip dari Women’s Health.

Ibu Hamil Olahraga Foto: Shutter Stock

8. Olahraga ringan

Meski sedang hamil, bukan berarti Anda tidak boleh berolahraga lho, Moms. Olahraga ringan justru disarankan bagi ibu hamil untuk mendukung kesehatan dan memastikan kelancaran fungsi tubuh.

Olahraga membantu mengurangi ketidaknyamanan yang biasa dialami ibu selama kehamilan seperti, cepat lelah, tubuh pegal-pegal, hingga kram. Penelitian juga menunjukkan bahwa rutinitas olahraga yang tepat selama kehamilan dapat mendukung perkembangan seluruh sistem bayi di dalam kandungan secara signifikan.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis

kumparan post embed