Kumparan Logo

Apakah ASI Perah Boleh Dicampur?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ASI Perah Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASI Perah Foto: Shutterstock

Setiap ibu menyusui yang rutin memerah atau memompa payudaranya pasti tahu, jumlah ASI perah bisa berbeda-beda dari waktu ke waktu. Kadang-kadang botol ASI terisi penuh, kadang-kadang hasilnya lebih sedikit. Padahal inginnya sih, bisa banyak terus ya, Moms. Senang kan, kalau melihat botol terisi penuh dengan cairan putih yang lebih berharga dari emas itu?

Mungkin ini sebabnya, sebagian ibu menyusui terpikir untuk mencampur atau menggabungkan ASI yang diperah dalam waktu berbeda pada botol atau kantung yang sama. Selain rasa senang atau puas melihatnya, mencampur ASI perah bisa menghemat tempat penyimpanan. Terutama bila tempat yang tersedia di kulkas atau freezer terbatas.

kumparan post embed

Tapi sebenarnya apakah ASI perah boleh dicampur? Akankah ada dampak negatifnya untuk bayi? Bagaimana menurut pakar laktasi?

Merujuk pada panduan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) di laman resminya, ASI perah boleh digabungkan atau dicampur selama Anda melakukannya tidak asal! Ya, mencampur ASI ada syaratnya. Apa saja?

Cara Mencampur ASI Perah

ilustrasi mencampur ASI perah Foto: Shutterstock
  1. ASI perah boleh dicampur apabila berasal dari hasil perahan dalam jarak maksimal 24 jam. Lebih dari itu, harus dipisahkan dalam wadah atau botol berbeda.

  2. ASI perah yang akan dicampurkan harus memiliki suhu yang sama. Misalnya bila Anda ingin mencampur ASI perah segar dengan ASIP yang sudah dimasukkan kulkas (bukan freezer). Untuk mencampur kedua ASI perah itu, ASI perah segar harus dimasukkan dulu ke dalam kulkas pada botol berbeda sampai suhu ASI perah di dua botol sama. Bila sudah yakin suhunya sama, baru Anda boleh mencampurnya dalam satu wadah.

kumparan post embed
  1. Hindari mencampur ASI perah yang telah dibekukan dengan ASI perah segar pada satu wadah penyimpanan. Sebab bila yang beku dan segar dicampur, bisa terjadi kerusakan ASI akibat perubahan suhu yang drastis. Tidak mau kan, Moms?