kumparan
search-gray
Mom27 Juli 2020 10:58

ASI Perah Tak Selalu Berwarna Putih, Apa Sebabnya?

Konten Redaksi kumparan
ASI Perah Tak Selalu Berwarna Putih, Apa Sebabnya? (1212173)
Ilustrasi ASI Perah Foto: Shutterstock
ASI perah tak bisa disamakan dengan susu formula. Ya Moms, ibu menyusui perlu tahu bagaimana ASI dan susu formula tidak hanya kandungan gizinya yang jauh berbeda, tapi juga rasa hingga warnanya.
ADVERTISEMENT
La Leche League International, organisasi non-pemerintah nirlaba yang memberi edukasi soal menyusui, pada laman resminya menjelaskan bahwa warna ASI perah dapat berbeda-beda setiap harinya. Anda bisa saja menemukan ASI perah berwarna putih kekuning-kuningan, kadang merah, oranye, atau terkadang juga tampak berwarna putih bening.
Mengapa bisa begitu? Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut.

ASI Perah Kekuningan Karena Kaya Kolostrum

ASI Perah Tak Selalu Berwarna Putih, Apa Sebabnya? (1212174)
Ilustrasi kolostrum ASI perah. Foto: Shutterstock
Saat ibu baru melahirkan, ASI-nya tidak akan berwarna putih layaknya krim susu. Jadi, jangan khawatir dulu bila ASI yang keluar dari payudara Anda setelah melahirkan tidak berwarna putih ya, Moms.
ASI pertama yang biasa disebut kolostrum warnanya bening kekuningan. Kolostrum sendiri mulai terbentuk secara alami di trimester ketiga kehamilan hingga mendekati hari perkiraan lahir.
ADVERTISEMENT
Kolostrum juga kerap disebut golden milk atau cairan emas karena mengandung protein IgA, IgG dan IgM hingga vitamin A, yang sangat bermanfaat untuk bayi baru lahir. Bahkan adanya protein di dalam kolostrum bisa membuat tidur bayi lebih nyenyak, lama dan berkualitas.
Jadi bila ASI perah pada awal-awal waktu Anda menyusui berwarna kekuningan, maka hal itu menandakan adanya kandungan kolostrum pada ASI yang jumlahnya cukup banyak.

Warna ASI Perah Dipengaruhi Makanan dan Minuman

ASI Perah Tak Selalu Berwarna Putih, Apa Sebabnya? (1212175)
Apa yang dimakan ibu akan memengaruhi warna ASI Foto: Thinkstock
Perbedaan warna ASI perah disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah pengaruh makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu. Contohnya ibu menyusui mengkonsumsi wortel dan ubi. Kemungkinan akan menghasilkan warna ASI perah berwarna kuning-oranye.
Hal ini dikarenakan pengaruh kandungan karoten yang terdapat pada wortel dan ubi. Tapi jangan khawatir, karoten sama sekali tidak berbahaya bagi bayi.
ADVERTISEMENT
Bahan pewarna makanan dan minuman lain seperti yang terkandung di dalam minuman bersoda, jus kotak, minuman kaleng, dan makanan ringan yang mengandung gelatin, juga sering dihubungkan dengan penyebab warna ASI perah tampak merah muda atau merah muda oranye, Moms.
Sementara bila terlihat kehijauan, itu bisa karena Anda makan sayur-sayuran berwarna hijau dalam jumlah banyak, misalnya rumput laut, terutama bila dikonsumsi dalam bentuk tablet, suplemen zat besi, dan minuman energi.
Meski begitu, bukan hanya makanan dan minuman saja yang memengaruhi warna ASI perah, lho! Masih ada faktor lainnya.

Kandungan pada ASI Ikut Pengaruhi Warna ASI Perah

ASI Perah Tak Selalu Berwarna Putih, Apa Sebabnya? (1212176)
Foremilk dan hindmilk. Foto: AIMI
Coba dinginkan atau bekukan ASI perah. Anda akan menemukan ASI perah berwarna kekuningan, sebab kandungan foremilk dan hindmilk pada ASI juga bisa mempengaruhi warna ASI perah, Moms.
ADVERTISEMENT
Foremilk adalah ASI pertama yang dihisap bayi saat menyusui atau biasa disebut ASI depan. Foremilk terlihat encer dan berwarna jernih. Sedangkan hindmilk adalah ASI yang ada pada bagian belakang sel atau disebut juga ASI belakang. ASI perah yang mengandung hindmilk akan terlihat berwarna putih atau putih kekuningan yang kental.

Darah Ibu 'Mengubah' Warna ASI

ASI Perah Tak Selalu Berwarna Putih, Apa Sebabnya? (1212177)
Ilustrasi ASI Perah Foto: thinkstock
Ada juga ASI perah yang berwarna merah muda. Kondisi ASI perah seperti ini, umumnya disebabkan adanya darah sang ibu yang tercampur di dalamnya. Ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti puting lecet, hisapan bayi terlalu kuat, serta penggunaan pompa yang salah.
Tapi tidak usah khawatir, campuran darah yang sangat sedikit dalam ASI tak akan jadi masalah bagi si kecil. Dalam banyak kasus, masalah ini akan berhenti dengan sendirinya kok, Moms.
ADVERTISEMENT
Tapi kalau kondisi ASI perah semakin merah dalam beberapa hari, artinya darah yang keluar cukup banyak. Bila ini terjadi, segeralah berkonsultasi ke dokter.
---
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu sesama. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white