Kumparan Logo

ASI Tersumbat Bisa Sebabkan Mastitis, Benarkah?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Ada beberapa tantangan yang mungkin dialami ibu saat menyusui bayi. Misalnya saja ketika payudara bengkak dan menimbulkan rasa sakit. Pembengkakan payudara di masa menyusui ini bisa terjadi karena saluran ASI yang tersumbat.

Ya Moms, pasokan ASI yang melimpah namun tak bisa dikeluarkan dari payudara sering kali akan menyakitkan bagi ibu. Selain khawatir akan kebutuhan nutrisi bayi yang tidak tercukupi, beberapa ibu mungkin juga cemas akan risiko adanya masalah pada payudara seperti mastitis.

Lantas, apakah penyumbatan ASI ada hubungannya dengan kondisi mastitis?

Hubungan Antara ASI yang Tersumbat dengan Risiko Mastitis

Ilustrasi mastitis pada ibu menyusui. Foto: Alona Siniehina/Shutterstock

Menurut konsultan laktasi di Children's Hospital Colorado, Carlene Crotzer, RNC-NIC, IBCLC, saluran ASI yang tersumbat cenderung disebabkan oleh peradangan payudara, yang biasanya terjadi karena adanya aliran darah ekstra ke payudara ibu.

“Tubuh mengirimkan lebih banyak darah ke payudara di awal menyusui, sehingga saluran yang tersumbat bisa muncul saat ibu memulai perjalanan menyusui. Kondisi ini juga dapat muncul kembali saat bayi mulai tidur sepanjang malam atau ibu kembali bekerja dan mengubah jadwal menyusui atau pemompaan ASI,” kata Carlene seperti dikutip dari Romper.

Umumnya, sumbatan pada ASI akan menghilang dalam beberapa jam setelah ibu mencoba untuk mengosongkan payudara dengan memompa, memberikan pijatan lembut, hingga mengompres payudara dengan air hangat.

Ilustrasi mastitis pada ibu menyusui. Foto: Butsaya/Shutterstock

Namun, ibu menyusui perlu waspada bila sumbatan ASI terus berlangsung, bahkan hingga 24 jam atau lebih. Apalagi jika hal ini disertai dengan kondisi tubuh Anda yang ikut menurun. Bisa jadi, penyumbatan ASI ini sudah membuat jaringan payudara meradang yang kemudian menyebabkan mastitis.

“Saluran ASI yang tersumbat dapat berkembang menjadi lebih besar, yang jika tidak diobati, dapat berubah menjadi mastitis. Gejalanya mungkin termasuk rasa sakit yang terlokalisir, bengkak, benjolan atau sedikit nyeri pada payudara,” kata Lisa Hays, RN, konsultan laktasi di Baptist Health.

kumparan post embed

Mastitis merupakan kondisi peradangan pada jaringan payudara yang bisa menimbulkan rasa nyeri. Bahkan beberapa ibu menyusui dapat melihat munculnya benjolan di sekitar area yang sakit, sehingga peradangan yang terjadi dapat berubah menjadi infeksi.

Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan beberapa gejala lain termasuk, demam, tubuh terasa lelah dan lemas, hingga area kulit yang memerah, menebal, dan terasa panas pada payudara. Segeralah menghubungi dokter bila Anda merasakan gejala tersebut, Moms.