Kumparan Logo

Asmirandah Lakukan Pemeriksaan CTG sebelum Melahirkan, Apa Maksudnya?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asmirandah hamil. Foto: Instagram/@asmirandah89
zoom-in-whitePerbesar
Asmirandah hamil. Foto: Instagram/@asmirandah89

Tinggal menghitung hari, pesinetron Asmirandah akan melahirkan anak pertamanya, buah cintanya dengan Jonas Rivanno. Namun jelang bersalin, Asmirandah malah dibuat khawatir akan kesehatan janin di dalam kandungannya.

Lewat beberapa unggahan di Instagram Story pribadinya, perempuan berusia 31 tahun tersebut menceritakan tentang pemeriksaan yang belum lama ini dijalaninya. Ya, pesinetron 'Cinta Suci' itu melakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi). Dari hasil yang didapat, ukuran kepala dan berat badan janin hingga air ketuban dalam kondisi normal. Hanya saja, dokter mempertanyakan denyut jantung janin di kandungan Asmirandah.

"Dokter bilang, 'Kenapa grafik detak jantung enggak naik, ya?' Ini stay di 120-120, harusnya itu 110-160.' Deg. Sebagai ibu, spontan saat itu juga aku jadi khawatir," tulis Asmirandah.

Asmirandah hamil. Foto: Instagram/@asmirandah89

Maka, untuk memastikan kondisi bayi di dalam kandungan dan menentukan tindakan selanjutnya, dokter menyarankan dirinya untuk melakukan pemeriksaan CTG (Cardiotocography). Hal itu lantas membuat Asmirandah dan sang suami cemas.

Sepulang dari dokter, Asmirandah beberapa kali melaporkan jumlah gerakan janin dalam perut yang dirasakannya. Dokter pun memberi respons bahwa kondisi tersebut tergolong baik.

Dan keesokan harinya, ia menjalani pemeriksaan CTG. Hasilnya pun tak menentu sehingga membuat Asmirandah kembali panik. Namun tak lama kemudian, detak jantung janinnya mencapai angka 157 dan dikatakan dalam kondisi normal.

"Monitor yang dari tadi cuma ada tulisan detak jantung 122, 111, 125, 110, 123. Hatiku makin enggak karuan," tulisnya.

Setelah mengetahui kondisi bayi di dalam kandungannya dalam keadaan baik-baik saja, ia pun bersyukur dan merasa lega. Namun Moms, jika bicara soal pemeriksaan CTG seperti yang dilakukan Asmirandah, sebenarnya adakah manfaatnya bagi ibu hamil? Dan sebaiknya kapan harus melakukan pemeriksaan tersebut?

kumparan post embed

Penjelasan soal Pemeriksaan CTG (Cardiotocography)

Mengutip laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), CTG merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi denyut jantung janin dan kontraksi rahim menggunakan gelombang suara. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi janin sehat atau tidak sebelum atau bahkan selama persalinan.

Normalnya, detak jantung janin berada di sekitar 110-160 kali per menit. Apabila detak jantung janin terlalu rendah atau tinggi, hal ini pun bisa menjadi salah satu tanda bahwa terdapat masalah seperti gawat janin.

Adapun hasil pemeriksaan CTG ini akan keluar dari mesin berupa angka dan grafik. Terdapat pula dua jenis kategori dari hasil pemeriksaan ini, yaitu reaktif dan non-reaktif. Hasil pemeriksaan dikatakan reaktif apabila detak jantung janin meningkat setelah ada pergerakan. Sedangkan, dikatakan non-reaktif bila detak jantung janin tak bertambah atau semakin meningkat.

Asmirandah hamil anak pertama. Foto: Instagram/@asmirandah89

Kapan Harus Lakukan Pemeriksaan CTG?

Berikut ini beberapa kondisi yang mengharuskan ibu hamil melakukan pemeriksaan CTG, diantaranya:

-Pergerakan janin berkurang atau berhenti.

-Ibu mengalami demam.

-Ketuban pecah dini.

-Pendarahan saat persalinan.

-Gangguan pada plasenta

-Bayi kembar

Jadi, Anda tak perlu khawatir bila dokter menganjurkan diri Anda melakukan pemeriksaan CTG ya, Moms. Karena kembali lagi, hal ini demi keselamatan ibu maupun bayi di dalam kandungan.

kumparan post embed