Bayi Baru Lahir Tidak Dibedong, Boleh Enggak Sih?

19 April 2021 9:01 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bayi Baru Lahir Tidak Dibedong, Boleh Enggak Sih? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi Baru Lahir Tidak Dibedong, Boleh Enggak Sih? Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Bayi baru lahir harus dibedong! Anjuran bayi dibedong ini sangat umum didengar oleh para orang tua muda. Apakah Anda termasuk yang kerap mendengarnya?
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, Anda mungkin juga pernah mendengar kalau bayi harus dibedong agar kakinya tidak bengkok. Padahal faktanya, semua bayi baru lahir memiliki kaki yang bengkok dengan kedua tumit saling berdekatan dan kedua lutut saling menjauh sehingga terlihat seperti huruf O.
Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, kondisi kaki bengkok ini berlangsung sejak bayi baru lahir hingga ia berusia 3 tahun. Jadi tidak tepat bila kondisi kaki jadi alasan untuk membedong bayi.
Lantas, apakah boleh kalau bayi baru lahir tidak dibedong?

Kata Dokter tentang Perlu Tidaknya Bayi Baru Lahir Dibedong

Kata Dokter tentang Perlu Tidaknya Bayi Dibedong Foto: Shutterstock
Kita perlu memahami, tujuan membedong bayi sebenarnya adalah agar si kecil merasa hangat dan aman. Sebab, kondisi ‘terbungkus’ membuat bayi merasa seperti berada di dalam rahim ibu.
ADVERTISEMENT
Yang tidak boleh dilakukan saat membedong bayi adalah membedongnya terlalu kuat. Dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Lina Ninditya Sp. A, menjelaskan bahwa membedong bayi yang terlalu kencang dan kuat, justru dapat menyebabkan panggul si kecil bergeser.
Bila hal ini sampai terjadi, sendi panggul dapat sulit untuk berfungsi dengan baik. Ini karena ketika di dalam rahim, kaki bayi berada dalam posisi bengkok dan menyilang satu sama lain.

Risiko Terlalu Kencang Membedong Bayi

Risiko Terlalu Kencang Membedong Bayi Foto: Shutterstock
Selain risiko masalah panggul, terlalu kencang membedong juga dapat menyebabkan bayi kepanasan hingga menyebabkan kematian bayi mendadak atau SIDS. Karena itu, bila hendak membedong untuk menghangatkan tubuh bayi, cukup bedong bagian tubuhnya saja (bukan kepala) dan pastikan masih tersisa ruang untuk bayi menggerakkan tangan dan kakinya.
ADVERTISEMENT
Yang juga penting untuk diingat, saat membedong pastikan panggul bayi tetap dapat bergerak dengan bebas. Pastikan ada ruang gerak pada kaki dan tangannya agar ia bisa menggerakkannya naik dan turun serta biarkan tangan bayi keluar dari bedongan dan kerap bergerak menyentuh wajahnya.
Ya Moms, membiarkan tangan bayi keluar dari bedongan baik untuk memenuhi kebutuhan stimulasi bayi dan berpengaruh besar terhadap perkembangan keterampilan sensori dan motoriknya. Jadi selalu ingat, boleh membedong bayi asal tidak terlalu ketat!