kumparan
7 November 2019 14:02

Bayi Tidak Bersendawa Setelah Menyusu, Apakah Berbahaya?

ibu menggendong
Ilustrasi ibu menggendong bayi. Foto: Shutterstock
Anda mungkin punya kebiasaan untuk membantu bayi bersendawa setelah ia menyusu, baik minum ASI dan susu formula. Hal itu dilakukan agar gelembung udara yang ikut masuk ke lambungnya ketika menyusu bisa langsung keluar saat dibantu bersendawa.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, membantu bayi bersendawa setelah menyusu dipercaya punya banyak manfaat. Dengan keluarnya gelembung udara di dalam lambung, bayi akan terhindar dari masalah perut kembung. Jika perutnya tidak kembung, si kecil pasti akan merasa nyaman dan tidak rewel.
Tak hanya lambung, saluran cerna bayi pun menjadi lebih lega setelah dibantu bersendawa. Hasilnya sistem pencernaan bayi pun lebih lancar dan sehat.
ibu dan bayi
ibu bantu bayi bersendawa. Foto: Shutterstock
Setelah saluran cernanya tak lagi terbebani, bayi akan merasa bahagia dan bisa tidur pulas. Kualitas tidur yang baik tentu bisa menunjang tumbuh kembang yang optimal.
Tapi, bagaimana jika bayi tak kunjung bersendawa setelah menyusu. Apakah berbahaya?
Moms, dokter spesialis anak, dr. Ariani Dewi Widodo, SpA mengatakan, membantu bayi bersendawa setelah menyusu memang punya banyak manfaat.
ADVERTISEMENT
"It makes them feel better kalau udara dibantu keluar," ujar dokter anak yang RSIA Harapan Kita, kepada kumparanMOM, Jumat (1/11).
ibu dan bayi
ibu dan bayi Foto: Shutterstock
Meski begitu, jika bayi tidak selalu bersendawa setelah menyusu, Anda tak perlu khawatir. Hal itu tidak membahayakan si kecil.
"Tidak harus setiap saat setiap waktu, tapi (bersendawa) membuat bayi lebih enak," tutupnya.
Ya Moms, bantulah bayi bersendawa setelah menyusu. Namun, jika si kecil tak kunjung bersendawa, Anda tak perlu cemas berlebihan.
com-Blibli, ilustrasi ibu menggendong bayinya yang sedang tertidur
ilustrasi ibu menggendong bayinya. Foto: Shutterstock
Anda bisa membantu bayi bersendawa dengan cara meletakkan si kecil di dada Anda. Topanglah kepalanya di pundak Anda dengan dagu di atas pundak. Usap-usap dengan lembut dan tepuk punggung si kecil.
Anda juga bisa mendudukkan si kecil di pangkuan Anda dengan menyangga tengkuk dan juga bokongnya. Pastikan posisi kepalanya lebih tinggi. Lalu, tepuklah punggung bayi secara perlahan-lahan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan