Benarkah Produksi ASI Lebih Sedikit untuk Anak Pertama?

Banyak kepercayaan yang beredar seputar ASI dan menyusui. Apa saja yang Anda dengar atau sedang diterapkan, guna menjalani momen menyusui dengan lancar?
Salah satunya adalah ASI yang keluar bila Anda baru melahirkan anak pertama katanya lebih sedikit, sementara untuk anak kedua dan selanjutnya akan lebih lancar.
Melalui akun Instagram-nya, dokter konselor laktasi di RS Mayapada, Jakarta Selatan, dr. Ameetha Drupadi CIMI mengungkap bila hal ini tak sepenuhnya benar, Moms.
“Tidak selalu. Selama menjalani proses menyusui sejak baru melahirkan (IMD), dilanjut proses menyusui langsung,” tulisnya dalam InstaStory akun Instagram dr Ameetha (@ameethadrupadi).
Selain itu, banyak tidaknya ASI juga didukung oleh rasa senang ibu lho, Moms. Kok bisa? Karena hormon oksitosin atau hormon cinta yang bertugas merangsang ASI dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu. Jadi, apabila Anda merasa senang, nyaman, tidak stres maka produksi ASI juga lancar, Moms.
Selain mengelola mood, hormon oksitosin juga bisa ditingkatkan melalui skin to skin atau kontak kulit dengan bayi. Karena itu, pentingnya menyusui langsung si kecil. Sebab, semakin Anda sering mengosongkan payudara, maka produksi ASI juga semakin lancar. Bila sedang tidak menyusui langsung, Anda bisa memompanya, Moms.
Apalagi? Perhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda. Hindari melakukan diet ketat karena dapat membuat tubuh Anda lemas, lelah, dan lesu sehingga dapat mengurangi produksi ASI.
