Biduran Setelah Melahirkan, Apakah Normal?
ยทwaktu baca 2 menit

Kondisi tubuh ibu yang mungkin lemah setelah melahirkan membuatnya rentan mengalami masalah kesehatan. Mulai dari anemia, gangguan tidur, hingga masalah kulit seperti ruam kemerahan atau biduran.
Biduran yang menimbulkan sensasi gatal, ruam dan panas pada kulit bisa jadi sangat mengganggu aktivitas ibu, termasuk saat mereka harus merawat bayinya. Ibu juga mungkin khawatir biduran akan menulari si kecil.
Lantas, apakah biduran setelah melahirkan termasuk kondisi normal?
Normalkah Ibu Alami Biduran Setelah Melahirkan?
Biduran atau gatal-gatal memang sering dialami oleh banyak ibu setelah melahirkan. Namun, tidak ada penelitian atau ahli kesehatan yang menyatakan bahwa kondisi ini umum dan normal pada ibu yang baru saja melahirkan. Mengutip Mom Junction, baik ibu hamil maupun ibu menyusui memiliki risiko biduran yang sama akibat paparan beberapa pemicunya.
Meski begitu, bukti anekdotal menunjukkan bahwa fluktuasi hormonal dan stres setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko gatal-gatal pascapersalinan, walaupaun hal itu mungkin tidak terjadi pada semua ibu. Beberapa kondisi medis seperti tiroid dan riwayat alergi, bisa meningkatkan risiko biduran usai persalinan.
Namun, biduran sering kali terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bersentuhan dengan alergen dan menghasilkan histamin dari kapiler kecil di dalam darah. Histamin pada akhirnya menggembungkan pembuluh darah, kemudian melepaskan plasma ke dalam kulit. Cairan yang menumpuk di bawah kulit menyebabkan peradangan dan ruam gatal di permukaannya.
Ibu yang mengalami biduran setelah melahirkan mungkin mengalami beberapa gejala seperti dikutip dari Medlineplus berikut ini:
Rasa gatal dan panas pada beberapa bagian tubuh.
Pembengkakan atau ruam permukaan kulit dengan tepi yang jelas.
Rasa sakit dan sensasi terbakar pada area ruam.
Kulit kering dan bersisik.
Biduran merupakan kondisi yang bisa muncul secara tiba-tiba dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu. Oleh karenanya, biduran sebenarnya tidak membutuhkan perawatan medis tertentu. Yang perlu dipahami juga, biduran tidak akan menular pada bayi ya, Moms.
Bila Anda merasa tidak nyaman akan sensasi yang timbul karena biduran, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengatasinya:
Gunakan pakaian yang tipis sirkulasi udara ke kulit lancar.
Istirahat yang cukup untuk menghindari stres yang bisa memperparah biduran.
Hindari penggunaan sabun, losion, dan deterjen yang keras untuk sementara waktu.
Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, karena biduran membuat kulit tampak kering dan bersisik.
Kompres dingin pada area panas dan gatal untuk mendapatkan perasaan yang lebih nyaman.
