Bikin Tato saat Menyusui, Boleh Enggak Ya?

Beberapa wanita mungkin saja ingin menato tubuhnya, tak terkecuali ibu menyusui. Tato sendiri merupakan seni lukis tubuh dengan cara menyuntikkan zat pewarna ke dalam kulit dengan jarum secara permanen.
Walaupun kenyataannya menato tubuh memang menimbulkan rasa sakit yang tak sebentar, tapi tetap saja banyak orang yang menyenangi seni ini dan selalu ingin mengulanginya. Tapi, bagaimana dengan ibu menyusui? Bolehkah menato tubuhnya?
Dilansir La Leche League International, bila Anda belum pernah menato tubuh, Anda wajib mengetahui kandungan tinta tato yang akan disuntikkan, Moms. Tinta tato dibuat dari berbagai senyawa, termasuk logam berat seperti kadnium, kobalt, dan mangan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak membuat tato jika sedang hamil atau menyusui.
Meskipun sekarang ada tinta tato sintesis, namun tetap saja tinta yang masuk ke dalam tubuh Anda akan menyebar ke dalam darah sehingga bisa mempengaruhi ASI. Selain itu, tak ada keamanan yang menjamin jarum yang digunakan untuk menato itu steril, Moms.
Adapun beberapa risiko yang mungkin Anda rasakan antara lain, infeksi dari proses tato, hepatitis, bahkan HIV. Namun, bila Anda tetap ingin membuat tato ketika menyusui, pastikan Anda memilih artis tato ternama yang keamanannya sudah diakui serta peralatannya disterilkan dengan baik.
Penting juga untuk mengikuti instruksi perawatan seperti membersihkan area yang ditato menggunakan gel antibiotik. Waspadai tanda-tanda infeksi seperti kemerahan atau nyeri, Moms.
Infeksi kulit mungkin tidak akan berisiko bagi bayi Anda dan akan sembuh dengan mengkonsumsi antibiotik, tetapi Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter soal antibiotik apa yang aman untuk ibu menyusui.
