Bila Ada Temuan Kasus Corona, Apakah Sekolah Pasti Ditutup? Ini Jawabannya, Moms
ยทwaktu baca 2 menit

Kasus corona di Indonesia kian melonjak akibat varian Omicron, terutama di Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.
Terkait hal ini, Jokowi memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Ia meminta PTM di 3 daerah tersebut dievaluasi, Moms.
"Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam ratas bersama jajarannya yang dikutip Selasa (1/2).
Ya Moms, ada 4 menteri yang membuat keputusan terkait PTM dalam SKB 4 menteri. Mereka adalah Mendikbudristek, Menag, Menkes dan Mendagri. Melihat peningkatan kasus secara eksponensial. Para organisasi profesi pun telah mendorong PTM dievaluasi hingga ditunda sementara karena anak juga rentan tertular.
Lantas, bagaimana dengan kebijakan PTM saat ini? Bila ada temuan kasus corona, apakah sekolah pasti ditutup?
Kebijakan soal PTM 100% Jika Ada Kasus Corona di Sekolah
Pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di Jakarta masih berjalan di tengah kasus corona yang meningkat. Sudah 90 sekolah yang ditutup karena temuan 135 kasus corona.
Terkait hal itu, Kepala Bidang Humas Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah mengatakan Pemprov DKI masih berpegangan pada SKB 4 menteri dalam pelaksanaan PTM 100%. Yang bisa dilakukan saat ini memastikan tidak ada atau meminimalisir penularan corona di sekolah.
"DKI Jakarta kan tetap regulasi yang ada, regulasinya kan SKB 4 menteri," kata Taga di Balai Kota Jakarta, Rabu (2/2).
"Kalau kondisi DKI sudah PPKM level 3, maka dengan sendirinya kebijakan PTM 100 persen akan berubah jadi 50 persen," tambah dia.
Penerapan PTM 100% di Jakarta juga sudah dilengkapi dengan sejumlah sistem pencegahan hingga penanganan bila ditemukan kasus corona di sekolah. Dinkes akan turun melakukan tracing dengan active case finding (ACF), lalu melihat seberapa besar positivity rate di sekolah.
Bagaimana bila ditemukan kasus posistif COVID-19 di sekolah?
Nah Moms, sekolah akan ditutup selama 5 hari untuk penyemprotan disinfektan. Setelah semua dipastikan sudah negatif, sekolah dibuka kembali.
"Hal penting yang memang kesehatan memang nomor satu," ucap dia.
Lantas, apa langkah kementerian terkait soal kebijakan PTM saat ini?
"Nanti dibahas dalam rapat dengan kementerian terkait," kata Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat, Rabu (2/2).
Ia juga belum bisa memastikan keputusan apa yang kira-kira bakal diambil. Termasuk soal kapan PTM akan kembali beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ), Moms.
