Bisakah Membeli Vaksin Corona untuk Keluarga?

Pemerintah sedang fokus merampungkan vaksinasi corona untuk 1,4 juta tenaga kesehatan dan pekerja sektor esensial yang ditargetkan bakal selesai Februari 2021. Lalu dilanjutkan vaksin untuk 17 juta pekerja layanan masyarakat di Maret-April, disusul 25 juta lansia setelahnya.
Bagaimana dengan yang bukan merupakan tenaga kesehatan atau pekerja layanan masyarakat? Apakah masih harus menunggu giliran atau bisa memperoleh dengan biaya sendiri atau pembelian mandiri?
Tenang, Moms. Wacana vaksin mandiri dan berbayar untuk masyarakat memang telah dibicarakan juga. Hanya saja bagaimana mekanismenya, masih belum ditentukan.
Membeli Vaksin Corona Secara Mandiri, Bisa Enggak Sih?
Dalam webinar CEO Forum pada Kamis (21/1), Presiden Joko Widodo menyebut tak menutup kemungkinan vaksin mandiri dilakukan. Vaksin mandiri ini akan berbeda merek dengan vaksin gratis agar tidak tercampur pendataannya.
"Harus kita kelola isu ini dengan baik. Mungkin bisa diberikan asal merek vaksin berbeda. Tempat untuk melakukan vaksin juga berbeda. Bisa dilakukan," tutur Jokowi.
Dalam forum yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin tak menampik pernyataan Jokowi. Hanya saja Budi menegaskan, timeline vaksinasi tak boleh diubah. Artinya, vaksin corona mandiri baru memungkinkan untuk dilaksanakan pada akhir April.
“Jadi mohon pengertiannya Bapak/Ibu, kita akan melakukan penyuntikan untuk publik di akhir April sama Mei. Tolong juga dipahami dan di-share ke teman-teman bahwa dijaga tahapannya. Kalau kita mau loncat, tolong pikirkan dampaknya ke teman-teman yang lain,” ujar Budi.
Terpisah, Menko Perekonomian sekaligus Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk program vaksinasi mandiri, namun hanya difokuskan bagi perusahaan.
"Dan terkait persiapan akselerasi vaksin di mana melalui program mandiri sedang disiapkan regulasinya karena akan mengatur pembelian melalui sektor industri tertentu," kata Airlangga.
"Akan diberikan karyawan secara gratis juga. Dimintakan sumber dari vaksinnya berbeda dengan yang gratis," lanjut dia.
Sementara itu Komisi IX DPR RI meminta pemerintah agar vaksin corona mandiri hanya diperbolehkan bagi perusahaan yang memiliki jumlah karyawan besar, serta kelompok masyarakat besar seperti sekolah dan pesantren.
"Rencana vaksin mandiri untuk menghindarkan yang memiliki dana dan ekonomi lebih mendapatkan vaksin duluan. Maka mutlak tidak boleh dan dilarang setiap pribadi dan individu mendapatkan vaksin mandiri," ujar anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo.
Jadi bila Anda terpikir untuk membeli vaksin corona untuk keluarga tercinta, sabar dulu ya, Moms. Kita masih harus menunggu pemerintah mengizinkan dan mengaturnya.
